Fasilitasi ini diperlukan untuk menemukan titik temu dalam mengatasi kebuntuan panitia pilkades yang mengundurkan diri.
Kepala Dinpermades P2KB, Taufik Rifai menyampaikan, pihaknya sudah beberapa kali memfasilitasi panitia pilkades agar tahapan pilkades di Desa Mlaten bisa tetap berjalan sesuai rencana.
"Sebelumnya, panitia pilkades sudah kita fasilitasi dan edukasi. Karena itu, sampai saat ini kami dari tim kabupaten tetap berharap pilkades Mlaten bisa berjalan,"katanya. Hal itu sesuai dengan tuntutan warga agar dibentuk panitia pilkades yang baru.
Menurutnya, pilkades 8 Oktober 2023 tersebut menjadi kesempatan Desa Mlaten untuk berdemokrasi memilih pemimpin desa melalui pilkades.
"Sebagaimana kita ketahui, ada 55 desa yang menjalankan pilkades, termasuk Desa Mlaten ini,"katanya.
Jika pilkades berjalan baik, maka akan ada 55 kades definitif yang dihasilkan dari pemilihan tersebut.
"Kita harapkan, pilkades Mlaten ini bisa berjalan seperti desa lainnya agar ada kades definitif,"katanya.
Taufik menambahkan, pilkades sebagian besar menjadi kewenangan panitia desa. Karena itu, semangat ada di panitia desa.
"Kami harap, kades petahana, panitia pilkades dan BPD bisa sengukuyung mensukseskan pilkades ini,"katanya. (web/adv/1.571 karakter/hib)
Editor : Baskoro Septiadi