Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengajar dengan Gaya Fun dan Banyak Berinteraksi

Agus AP
Penulis: Agus AP❯
Dosen Muda Undip, Marta Widyawati
Dosen Muda Undip, Marta Widyawati
RADARSEMARANG.ID - Usia masih 27 tahun. Marta Widyawati menjadi salah satu dosen berprestasi di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (Undip). Setiap mengajar, ia menggunakan gaya yang lebih fun, enjoy dan banyak interaksi dengan mahasiswa. Cara itu cukup efektif dan membuat pembelajaran menjadi lebih berkesan.

Kenapa termotivasi menjadi dosen di usia muda?

Sebenarnya saya sejak kecil memang memiliki cita-cita sebagai dosen. Sesuai dengan passion dan bisa menularkan ilmu kepada banyak orang. Kebetulan ada figur dosen yang menjadi panutan dari segi keilmuan dan cara mengajar. Dari situ lantas memantapkan diri untuk menjadi pengajar dan alhamdulilah bisa diterima di Undip. Saya menyukai bidang riset seperti penelitian yang sejalan dengan kerja dosen.

Untuk mendapatkan semua itu tentu bukan persoalan. Awalnya saya harus ikut berjuang untuk mendapatkan beasiswa LPDP dari Kementerian Keuangan. Ambil magister ilmu kesusastraan di Universitas Indonesia.

Inovasi apa yang sudah dilakukan dalam mengajar?

Salah satu kunci agar suara bisa hidup di ruang kelas adalah komunikasi. Tentu berbeda ketika kita mengajar anak-anak sekolah dengan mahasiswa. Cara penyampaian materi yang tidak pas, bisa membuat mahasiswa tidak nyaman, bosan dan mungkin membuat mereka main sendiri.

Jadi ketika mengajar saya lebih banyak menggunakan gaya yang fun dan memperbanyak berinteraksi dengan mahasiswa. Gaya mengajar seperti itu dapat membuka ruang diskusi antara mahasiswa dan dosen yang selebar-lebarnya. Jika dosen fun mahasiswa tidak akan malu untuk berpendapat dan bertanya.

Jadi dosen tidak harus hanya berdiri di samping kursi saja. Tetapi bisa sambil berjalan menghampiri mahasiswa dan melempar pertanyaan. Jadi, suasana kelas menjadi hidup dan para mahasiswa bisa berinteraksi dengan dosen tanpa ada rasa canggung.

Apa prestasi yang sudah pernah didapatkan?

Saat masih kuliah hobinya ikut kompetisi bidang debat. Tahun 2016 juara I Lomba Debat Nasional “Pendidikan Terbuka dalam dalam Konsentrasi Ekonomi untuk Indonesia Berkemajuan” yang diselenggarakan UHAMKA, juara 2 Lomba Debat Sosial Politik “PSP DAYS” tingkat nasional yang diselenggarakan UNPAD, dan juara Harapan I Lomba Debat Pangan “Terwujudnya Swasembada Pangan untuk Negeri” tingkat Nasional.

Selain itu juara 2 Lomba Penulisan Cerpen “Pekan Sastra II” tingkat Nasional yang diselenggarakan UNM dan masuk sepuluh terbaik ECSTATIC Short Story Competition 2015 tingkat Nasional. Dalam bidang Karya Tulis Ilmiah (KTI), menjadi Pemakalah dalam “The 14th Hokkaido Indonesian Student Association Scientific Meeting (HISAS)” di Jepang tahun 2017, serta Pemakalah “1st International Conference on Local Language (ICLL)” di Bali, tingkat Internasional. Semua harus menggunakan bahasa Inggris secara penuh. Prestasi akademik juga tak ketinggalan, karena diimbangii nilai IPK 3.91.

Lalu bagaimana membagi waktu  ?

Saya selalu memiliki prinsip, jika bisa ya harus dilakukan maksimal. Kuliah prioritas, aktivitas perlombaan juga tetap utama. Karena dengan itu juga yang bisa mendongkrak prestasi dan bisa menjadikan saya sebagai dosen di usia muda.

Saya selalu mengusahakan agar semua balance satu sama lain. Di sisi lain, jangan menganggap semua sebagai beban. Jika kita tidak menganggapnya sebagai beban, pasti kita bisa menjalani semuanya.

Apa pesan dan harapan untuk mahasiswa saat ini?

Pesan dan harapan, sebaiknya mahasiswa tidak cepat merasa cukup hanya dengan pelajaran di kelas. Duduk belajar di dalam ruangan. Mahasiswa harus tetap aktif dengan mengembangkan potensi diri di luar kelas. Terus mengasah kreativitas karena tantangan dunia ke depan semakin kompleks. Jadi membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan tangguh. (mg24/mg25/fth)

Advertisement
Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Imbas Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Dosen Terhadap Mahasiswi, Warek III UIN Walisongo Semarang: Kampus Sudah Bonyok

Imbas Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Dosen Terhadap Mahasiswi, Warek III UIN Walisongo Semarang: Kampus Sudah Bonyok

Warek III UIN Walisongo sebut kampus bonyok imbas kekerasan seksual 

Aksi Tolak Kekerasan Seksual UIN Walisongo Semarang Munculkan Terduga Dosen Pelaku Pelecehan Seksual, Warek Beri Sinyal Potensi Sanksi Pemecatan

Aksi Tolak Kekerasan Seksual UIN Walisongo Semarang Munculkan Terduga Dosen Pelaku Pelecehan Seksual, Warek Beri Sinyal Potensi Sanksi Pemecatan

Mahasiswa UIN Walisongo gelar aksi "Tolak Kekerasan Seksual" atas dugaan pelecehan seksual yang dilakukan dosen ke mahasiswa, di Landmark Kampus 3

PMII UIN Walisongo Semarang Desak Oknum Dosen Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Dipecat

PMII UIN Walisongo Semarang Desak Oknum Dosen Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Dipecat

PMII Walisongo Desak Oknum Dosen Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Dipecat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer