RADARSEMARANG.ID, Demak - Di Karanganyar Demak, dampak banjir parah dialami Puskesmas Karanganyar dan Kantor Kecamatan Karanganyar.
Alat kesehatan di puskesmas ludes diterjang banjir baik yang banjir tahap pertama maupun tahap kedua.
"Untuk Puskesmas Karanganyar ini, saat banjir pertama alat kesehatan maupun sarana lain rusak berat. Puskesmas lain sempat iuran untuk membantu Puskesmas Karanganyar untuk bisa membeli alkes yang dibutuhkan, tapi akhirnya rusak lagi setelah kena banjir yang kedua,"ujar Bupati Demak dr Eisti'anah.
Saat ini yang penting adalah pembersihan puskesmas. Sedangkan, untuk pengadaan alat kesehatan dan lainnya belum bisa dilalukan.
"Yang parah lagi kena dampak banjir kantor Kecamatan Karanganyar. Air masih merendam,"katanya.
Sementara itu, pengerahan pompa juga dilakukan di Desa Loireng, Kecamatan Sayung dan Desa Karangmlati, Kecamatan Demak Kota.
Sebab, di dua desa itu air masih tinggi dan mengganggu aktifitas warga. "Pompanisasi kita galakkan,"katanya.
Kemarin, Bupati Demak dr Eistianah menerima bantuan dari Pemkab Klaten. Bantuan sembako dan uang senilai Rp 500 juta tersebut disampaikan langsung Bupati Klaten Sri Mulyani dan jajarannya.
Penanganan pascabanjir terus dilakukan Pemkab Demak. Untuk mengeringkan jalan Pantura Karanganyar misalnya, setidaknya 16 pompa dikerahkan untuk menyedot air yang masih merendam jalan raya di wilayah Desa Kedungbanteng, Kecamatan Karanganyar.
"Kalau tidak dipompa, air masih merendam jalan raya dan permukiman warga baik di Karanganyar, Kedungbanteng maupun Wonorejo," katanya.
Bupati menambahkan, meski terbatas, jalan raya Pantura sedikit demi sedikit bisa dilalui kendaraan baik yang dari arah Kudus ke Demak maupun sebaliknya.
"Tidak semua ya. Karena sebagian besar arus kendaraan tetap dilewatkan Welahan Jepara," kata bupati. (hib/ton)
Editor : Baskoro Septiadi