Bahkan nama Alun-Alun Kaliwungu hilang tergantikan dengan sebutan Pasar Sore Kaliwungu. Lantaran sudah puluhan tahun Alun-Alun tersebut menjadi tempat berdagang pasar tradisional.
Sementara Bupati Dico mendapatkan banyak keluhan dari warga yang menginginkan agar Alun-Alun dipugar. Dan difungsikan sebagai ruang terbuka hijau (RTH). Masyarakat menginginkan adanya ruang publik yang nyaman.
Dico menambahkan, Pemkab Kendal berencana menggelontorkan Rp 2,1 miliar untuk revitalisasi Alun-Alun Kaliwungu. Ditargetkan pengerjaan rampung dalam tiga bulan. Sementara para pedagang kaki lima (PKL) di kawasan tersebut, akan direlokasi. “Kami akan pindah ke sisi selatan Alun-Alun. Di bangunan eks Kawedanan Kaliwungu,” ujarnya.
Pihaknya sudah berkomunikasi dengan paguyuban pedagang. Menurutnya, PKL siap direlokasi dan mendukung revitalisasi Alun-Alun Kaliwungu.
Ketua Persatuan Pedagang Alun-Alun Kaliwungu, Mahfud menegaskan, pihaknya siap direlokasi dari Alun-alun Kaliwungu. “Asal tidak mengeluarkan biaya. Selain itu tempatnya juga harus nyaman dan terjangkau bagi warga Kaliwungu,” harapnya.
Ia juga meminta kepada dinas terkait agar memprioritaskan PKL yang berada di dalam Alun-Alun. Ada 300 PKL. Datanya sudah diserahkan. (bud/zal) Editor : Agus AP