24 C
Semarang
Selasa, 17 September 2019
TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG WISATA : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat memberikan sambutan pada Gerakan Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona di Objek Wisata Pantai Depok, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan. Legenda Batik Perkuat Pesona Wisata Kabupaten Pekalongan Bupati Siapkan Infrastruktur dan Membentuk Pokdarwis Kabupaten Pekalongan sebagai daerah Legenda Batik Indonesia, semakin memperkuat pesona Kota Santri. Atas dasar itulah, kota penghasil batik ini, akan membuat paket wisata lengkap dengan keragaman potensi yang unik untuk menarik wisatawan dalam berkunjung. TAUFIK HIDAYAT, KAJEN BANYAK tokoh batik yang lahir di Kabupaten Pekalongan dan menghasilkan batik terhalus dan terbagus di Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda atau 1800-an. Seperti Batik Oey Soe Tjoen yang sudah ada sejak tahun 1825. Bahkan hingga kini, generasi ke-6 dari keluarga Oey Soe Tjoen, masih melanjutkan usaha batik leluhurnya. Makanya, tak heran jika Kabupaten Pekalongan disebut sebagai Kota Legenda Batik Indonesia. Karena batik yang ada di Indonesia, hampir 90 persen berasal dari Kabupaten Pekalongan. “Hal itu terlihat dari motif batik yang ada, berupa flora dan fauna, serta pewarnaan yang cerah yang merupakan ciri khas dari batik pesisiran atau batik Pantura,” kata Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat meresmikan Gerakan Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona di Objek Wisata Pantai Depok, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Jumat (21/4) kemarin. Bahkan, kata Bupati Asip, meski daerah lain banyak menghasilkan batik dengan keunikan dan keanekaragamannya, namun batik Kabupaten Pekalongan mempunyai ciri khas yang sangat beda dan unik. “Makanya jangan heran, jika Kabupaten Pekalongan mendapatkan predikat sebagai Kota Legenda Batik,” tandasnya. Menurutnya, lebih dari 400 ribu warga Kabupaten Pekalongan hidup dari batik, baik pedagang maupun perajin dan buruh. Sehingga untuk menghidupi industri kerajinan tangan berupa batik tersebut, muncul kreasi-kreasi batik yang bagus dan menarik. “Daerah lain juga memiliki keunikan batik, karena di pesisir Pantura ini, batik menjadi mata pencaharian masyarakat. Kini, batik Pekalongan tersebar di seluruh Indonesia, karena keunikannya tersebut,” kata Bupati Asip. Bupati juga menandaskan bahwa berwisata ke Kabupaten Pekalongan adalah wisata terlengkap yang ada saat ini, mulai dari wisata belanja, wisata di pesisiran dengan keindahan lautnya dan ikan segar dan di Petungkriyono sebagai destinasi wisata baru yang penuh pesona. “Petungkriono sangat terkenal dengan pesona alam yang memukau. Mulai banyaknya air terjun serta satwa dilindungi dengan ekosistem yang alami, seperti Owa Jawa, Lutung, Elang dan lainnya,” tandas Bupati Asip. Bupati juga menegaskan untuk meningkatkan pengunjung datang ke Kabupaten Pekalongan, Pemkab Pekalongan sedang menyiapkan infrastruktur dan fasilitas umum, agar pengunjung merasa nyaman dan senang. Disamping itu, disiapkan masyarakat wisata dengan membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Saat ini, Pemkab bekerjasama dengan pelaku wisata menyiapkan standar mutu pelayanan wisata serta melakukan pengelolaan destinasi wisata. Hasilnya diperuntukkan masyarakat melalui (Pokdarwis). “Kami juga melakukan beragam pembinaan, agar tumbuh sumber daya manusia (SDM) yang sadar wisata dengan kriteria atau standar yang bagus dan bersih dalam memberikan pelayanan, kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung,” tegas Bupati Asip. Sementara itu, anggota Komisi X DPR RI, Dr Marlinda Irwanti menjelaskan bahwa jalan tidaknya potensi wisata di satu daerah, berada di tangan bupati atau wali kotanya selaku pemegang kebijakan. Sehingga, kemajuan wisata tergantung pada kemauan kepala daerah dalam mengembangkannya. Terkait Kabupaten Pekalongan, kata Marlinda, memiliki potensi wisata yang luar biasa, mulai wisata belanja, wisata kelautan hingga wisata alam yang melimpah. Untuk itu, pihaknya mendukung kebijakan Bupati Pekalongan yang gencar dalam mengembangkan paket wisata lengkap, termasuk Kabupaten Pekalongan sebagai Kota Legenda Baik Indonesia. “Di Kabupaten Pekalongan, tidak hanya memiliki sumber daya alam, tapi ada potensi wisata. Ini yang perlu ditingkatkan. Namun keterlibatan seluruh elemen masyarakat, tergantung dari wali kota atau bupatinya. Makanya, saya sangat mendukung kebijakan Bupati Pekalongan yang berani melakukan terobosan dalam mengembangkan potensi wisata yang ada,” jelas Marlinda. (*/ida)
KASIH SAYANG AYAH: Sutomo penuh kasih sayang merawat putrinya, Ossy Mardhianti Utami, yang menderita kanker tulang. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
INOVATIF: Atikah menunjukkan salah satu hasil kreasinya di ruang media center Balai Kota Semarang, baru-baru ini. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Dari Hobi Game, Lahirkan Permainan Baru

Lebih Dekat dengan Paguyuban Caksa Semarang Anggota Paguyuban Caksa Semarang (Pak Semar) tak sekadar hobi bermain game. Tapi, dari kegemarannya tersebut, juga melahirkan permainan baru....

Wajib Minta Restu Orang Tua Saat Dukung PSIS Away

Kaum hawa yang menggemari sepak bola bahkan menjadi suporter sepak bola semakin banyak saja. Panser Girl adalah salah satunya. Kesan miring bahwa suporter identik...
KREATIF : Tias Navyana menunjukkan salah satu hasil kreasi doodle art pesanan pelanggannya. (DOK PRIBADI)

Berawal Memajang Karya, Kini Biayai Kuliah Sendiri

RADARSEMARANG.COM - Dianugerahi tangan kreatif dari Yang Maha Kuasa yang bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah,sungguh patut disyukuri. Sebagaimana yang dirasakan Tias Navyana dengan kreasi doodle...

Kimpul, Pohong dan Uwi, Bikin Kepo

Memadukan makanan berkarbohidrat menjadi makanan yang unik dan bermanfaat berupa Nasi Kipow, menjadi modal para perempuan kreatif dari tim Pokja III PKK Kecamatan Lebakbarang....
INOVASI UKIR: Eko haryanto (tengah) resmi menjadi doktor Prodi Pendidikan Seni Pascasarjana Unnes. (kanan) Contoh ragam hias ukir Mantingan yang dipamerkan. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Terjebak Desain di Pasaran, Angkat Ciri Khas Mantingan

RADARSEMARANG.COM - Ukiran Jepara kerap terjebak dengan desain yang ramai di pasaran. Akibatnya, pasar jenuh, hingga harga produk ukir yang dibuat justru jatuh. Eko...
KREATIF: Dua pengunjung saat berpose di spot foto area salju dengan hiasan rumah ala suku Eskimo di Kutub Utara. (kanan bawah) Galih dan (kanan atas) Tumadi. (FOTO-FOTO: SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Ada Tim Penggali Potensi, Modalnya Mbuh Piye Carane

RADARSEMARANG.COM - Di balik foto instagenic dari kawasan Goa Kreo, Kandri, Semarang yang sedang hits di media sosial terutama Instagram, terdapat sejumalah penggagas yang...

Puncak Arus Balik Pengguna Kereta Diprediksi Terjadi Minggu

JawaPos.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daops 1 Jakarta memperkirakan puncak arus balik menggunakan kereta akan terjadi pada Minggu (9/6) besok. Diperkirakan 23...
POLA HIDUP SEHAT: Nia Nurdiansyah dan makanan berbahan nabati yang menyehatkan. (AFIATI TSALITSATI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Kampanye Makanan Nabati, Siapkan Pasar Sehat Semarang

RADARSEMARANG.COM - Sering terkena flu hampir setiap hari hingga sempat didiagnosa memiliki kista membuat Nia Nurdiansyah bertekad untuk mengubah pola hidupnya agar lebih sehat....

Diputarkan Video Bencana, Terkejut Bunyi Sirine

Letak Kota Pekalongan dianggap rentan dengan ancaman bencana gempa bumi. Karenanya tanggap bencana dibutuhkan untuk meminimalisir jumlah korban. Membangun tanggap bencana salah satunya dilakukan...
DAUR ULANG: Dwyas Ayu Widowati menunjukkan produk tas dari celana jins bekas (Nathaza Ayudya/Jawa Pos Radar Semarang).

Manfaatkan Celana Jins Bekas hingga Karung Goni

Celana jins bekas kerap hanya menjadi kain lap atau dibuang begitu saja. Tetapi di tangan Dwyas Ayu Widowati, sisa kain itu bisa disulap menjadi...

Ayoo! Bergabung dengan kami..

12,253FansSuka
4,782PengikutMengikuti
2PengikutMengikuti
216PelangganBerlangganan

TERKINI

BERIKAN EDUKASI : Gerry Nasution Certified BMW Driver Instructor, memberikan edukasi terkait berkendara yang baik dan benar di diler Astra BMW Semarang kemarin.(ADENNYAR WYCAKSONO/RADARSEMARANG.ID)

Penjualan Mobil Mewah Tumbuh 20 Persen

TAK SESUAI HARAPAN: Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat penutupan Pekan Raya Kajen di Alun-Alun Kajen.

PRK Sepi Transaksi, Ramai Tawuran

BANGGA : Kepala SMP IT PAPB Semarang Ramelan (tengah) beserta staf dan Pemimpin Redaksi Radar Semarang Arif Riyanto (kanan) menunjukkan piala dan sertifikat penghargaan.(ADITYO DWI/RADARSEMARANG.ID)

Rintis Sekolah Berbasis Penelitian

KEBAKARAN HUTAN : Petugas pemadam kebakaran dibantu warga saat berusaha menjinakkan api yang membakar objek wisata Goa Sigrowong. (ISTIMEWA)

Puntung Rokok Hanguskan Hutan

SURVEI LAPANGAN : Mr. Cho Hyunmin dan Mrs. Ran dari KOICS bersama Kepala SMKN 1 Salam dan guru-guru melalukan observasi di program keahlian Perikanan belum lama ini (5/9). (ISTIMEWA)

Terima Program WFK, SMKN 1 Salam Disurvei KOICS

Berita Lainnya

Simak Jadwal Formula 1 Seri Bahrain

Bidik Tuan Rumah Pra PON Tinju

Dua Napi Kendalikan Bisnis Sabu

USIR ROH JAHAT: Umat Hindu Kota dan Kabupaten Magelang mengusung patung Bhuta Yajna dalam pawai ogoh-ogoh menyambut Hari Raya Nyepi di Pura Wira Buwana Akmil, Senin (27/3). (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)

Nyepi, Umat Hindu Sucikan Jiwa

PARIPURNA: Bupati Semarang Mundjirin menyerahkan dokumen RAPBD 2018 kepada Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bambang Kusriyanto, kemarin (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

Proyek RSUD Tidak Jadi dari Utang

Popular

Kajati Jateng Ajak Optimalkan Pembangunan SDM

Kursus F&B dari Guru Asing

Pramuka Diminta Bisa Jadi Panutan

SMA 1 Mijen Ajak Siswanya Berkurban