Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Agar Paham Keindonesiaan, Tidak Cupu dalam Pergaulan

W
Wahib, Jurnalis Jawa Pos Radar Semarang di Demak
Wahib, Jurnalis Jawa Pos Radar Semarang di Demak

RADARSEMARANG.ID, Hari ini Jumat (9/2) diperingati sebagai Hari Pers Nasional (HPN). Selaku jurnalis, saya memiliki tradisi unik.


Advertisement

Yaitu, selalu merencanakan untuk bisa ikut berbagai peringatan HPN yang dilaksanakan bergantian lokasi di tiap tahunnya. Meski demikian, tidak tiap HPN saya bisa mengikutinya. 

Biasanya saya lebih tertarik ikut acara HPN bila digelar di luar Jawa. Mengapa demikian?.

Advertisement

Saya mencoba untuk menambah pengetahuan dan pengalaman di daerah yang belum pernah saya datangi.

Biasanya, daerah yang belum dijamah akan memberikan pengalaman yang menarik.

Baik soal budayanya, mencoba beragam kuliner khasnya, dan menikmati lokasi wisatanya. 

Advertisement

Sejak punya cita-cita hadir di HPN ini, setidaknya saya pernah hadir saat HPN digelar di Manado, Sulawesi Utara (Sulut).

Kemudian, HPN di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), HPN di Ambon, Maluku. HPN di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), HPN di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), HPN di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), HPN di Jakarta dan lainnya.

HPN di Manado memberikan pengalaman betapa kayanya Indonesia yang memiliki banyak pulau.

Ikut HPN disini bisa menikmati wisata laut Bunaken. Bisa tahu pasar segala hewan yang unik dan tidak ada di daerah lain.

Bisa berkunjung ke Tomohon kota bunga juga ke Kampung Jawa di Tondano Utara, Minahasa.

Saat HPN di Lombok, bisa berkunjung ke berbagai lokasi wisata. Selain Pulau Senggigi, juga bisa ke Gili Trawangan, Sade Village di Rembitan Lombok Tengah, pantai Mandalika dan lainnya.

Juga bisa mencicipi makanan khas lombok Plecing kangkung. 

Ketika HPN di Ambon, Maluku selain mengikuti perkembangan media dari konvensi media yang digelar, juga bisa menikmati wisata religi di Masjid tertua di Ambon. Yaitu, Masjid Wapaupe yang dibangun tahun 1414.

Masjid ini mirip Masjid Agung Demak. Semua dari bahan kayu jati. Juga menikmati wisata Pantai Natsepa dan duren lokal setempat. Tidak ketinggalan mencicipi makanan khas Ambon, Papeda.

HPN di Padang, Sumbar memberikan pengalaman lebih banyak dibandingkan daerah lain.

Disana, setidaknya 8 kabupaten kota bisa saya jelajahi. Utamanya dari sisi wisata lokalnya.

Selain bisa menikmati nasi padang "asli"sebagai kuliner khas sana, juga bisa keliling ke berbagai wisata.

Termasuk wisata kelok sembilan di perbatasan Riau. Tepatnya, di Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota.

Sekitar 25 km dari Payakumbuh ke arah Pekanbaru. Keindahan kelok sembilan tampak dari kelokan bangunan infrastruktur jembatan yang menghubungkan perbukitan antara Sumbar dengan Riau.

Juga bisa ke jam gadang ikon khas kota Bukittinggi. Serta ke Istana Pagaruyung.

Berkunjung juga ke Kabupaten Sawahlunto melihat bekas tambang batubara era kolonial yang mengakibatkan banyak korban pribumi dari praktik kerja rodi atau romusa.

Sedangkan, saat HPN di Surabaya lebih banyak mengikuti konvensi media massa di dalam gedung di kawasan Tunjungan Plaza.

Habis itu pulang naik kereta pasar Turi-Tawang Semarang. HPN di Jakarta rasanya sangat berbeda.

Bedanya saat itu masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Meski sudah mereda, namun rapid test tetap dijalani di lokasi. Itulah, pengakaman ikut HPN diberbagai daerah. 

Tujuannya adalah agar tahu ragam ke- Indonesiaan dan supaya tidak cupu agar tidak dianggap tidak gaul atau kuno.

Pergaulan luas dengan banyak pengalaman ke luar daerah akan memperkaya pengetahuan supaya tidak seperti menara gading atau tidak seperti katak dalam tempurung alias tidak tahu dunia luar.

Sebagai jurnalis, sudut pandang harus diperluas agar tidak mudah terjebak dalam kejumudan jurnalisme itu sendiri. Salam HPN. Selamat Hari Pers 2024. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Teladani Spirit Kasultanan Demak Bintoro untuk Membangun Daerah

Teladani Spirit Kasultanan Demak Bintoro untuk Membangun Daerah

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Demak, Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Dr KH Anasom, MHum., selaku dosen UIN Walisongo Semarang, Plt Kabag Kesra Setda Kabupaten Demak, pengurus Takmir Masjid

Pertunjukan Hikayat Demak dalam Sentuhan Musik Teatrikal Modern Sedot Ribuan Pengunjung

Pertunjukan Hikayat Demak dalam Sentuhan Musik Teatrikal Modern Sedot Ribuan Pengunjung

Gelaran cerita sejarah Demak yang dibumbui dengan heroisme tokoh dalam memperjuangkan Islam di tanah Jawa, utamanya di wilayah Glagah Wangi Demak Bintoro tersebut memberikan semangat yang berbeda bagi warga Kota Wali.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer