RADARSEMARANG.ID, MASJID Kiai Sholeh Darat, sekilas memang nampak seperti masjid pada umumnya. Masjid yang terletak di Kelurahan Dadapsari, Kecamatan Semarang Utara ini telah dibangun 1990 silam.
Pembina Takmir Masjid Kiai Sholeh Darat, Luqman Hakim, 52, mengatakan Masjid ini memiliki kapasitas 500 jamaah.
Dulunya merupakan musala kayu berukuran kecil. "Dulu di sini makam Sayyid, dan pondok, makam yang di Bergota malah belum ada," kata Luqman yang mengaku cucu dari Kiai Sholeh Darat ini.
Masjid tersebut diakuinya telah mengalami pemugaran empat kali. Di masjid ini masih menyimpan peninggalan Kiai Sholeh Darat yang masih otentik tinggal.
Yakni berupa kentongan yang pada zaman dulu digunakan sebagai penanda memasuki waktu salat.
“Kentongan ini ada sejak tahun 1800 an. Masih asli, mas, tapi kondisinya sudah tidak mulus. Karena dicuili oleh orang-orang tidak tahu kegunaannya untuk apa," katanya.
Dulunya, di area masjid ini itu tempat wafatnya Kiai Sholeh Darat. Termasuk pondok pesantren yang pernah digunakan Kiai Sholeh Darat untuk mengajar santri-santrinya.
"Cerita itu banyak versi. Tapi, biasanya ulama zaman dulu, tempat wafatnya tidak jauh dari pesantrennya," jelasnya. (fgr/bud)
Editor : Tasropi