Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

P4S Joyo Tentrem Boyolali Inisiasi Zero Waste Organic Farm

H
Penulis: H. Arif Riyanto❯
Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Prof Dr Hartono meninjau lokasi pertanian terpadu P4S Joyo Tentrem di Desa Tempursari Kecamatan Sambi Kabupaten Boyolali. UNS banyak mendukung P4S JT dalam riset dan uji laboratorium. (Dokumentasi P4S JT)
Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Prof Dr Hartono meninjau lokasi pertanian terpadu P4S Joyo Tentrem di Desa Tempursari Kecamatan Sambi Kabupaten Boyolali. UNS banyak mendukung P4S JT dalam riset dan uji laboratorium. (Dokumentasi P4S JT)  

Advertisement

RADARSEMARANG.ID, Boyolali--Pusat Penelitian Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Joyo Tentrem Kabupaten Boyolali menerapkan sistem pertanian organik tanpa sampah (zero waste organic farm).

Sistem ini menjadi solusi nyata mengingat besarnya produksi sampah di Indonesia yang mencapai 144.562 ton perhari, diantaranya sampah bersumber dari rumah tangga dan pertanian.

“Jadi sampah dari pertanian dan rumah tangga seperti sisa sayuran atau buah, kotoran ternak, sisa panen dan jerami, itu kita olah menjadi kompos organik untuk menyuburkan tanah, vermikompos sebagai pupuk alami berkualitas dan kita produksi biogas sebagai energi bersih untuk memasak di rumah tangga,” papar Ketua P4S Joyo Tentrem Wisnu Wijaya Adi Putra dalam keterang pers yang diterima Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (4/11/2026).

Advertisement

Untuk sampah plastik, lanjut Wisnu, P4S Joyo Tentrem mengolahnya menggunakan mesin pirolisis hingga menjadi aneka material bermanfaat, seperti bahan bakar minyak, bensin dan solar.

“Dengan teknologi tepat guna, sampah pun menjadi sumber daya yang multiguna. Kita berharap para petani pun bisa makin sejahtera,” ungkapnya.

Mesin pirolisis pengolah sampah plastik milik P4S Joyo Tentrem. (Dokumentasi P4S JT)
Mesin pirolisis pengolah sampah plastik milik P4S Joyo Tentrem. (Dokumentasi P4S JT)

Advertisement

Konsep pertanian tanpa sampah ini juga disampaikan Wisnu Wijaya dalam diskusi daring Selayang Pandang P4S Indonesia, Selasa (3/11/2026), bertema “P4S sebagai penggerak pertanian presisi dan regeneratif menuju kedaulatan pangan dan keberlanjutan ekosistem”.

Zoom meeting  yang diinisiasi oleh Pusat Pelatihan Pertanian milik Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian itu juga menghadirkan narasumber lain Ketua P4S Bara Hidro Farm Kota Bandung Jawa Barat Kartib Bayu serta  Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah Defransisco Dasilva Tavares.

Wisnu mencontohkan manfaat ekonomis pengolahan vermikompos bagi kesejahteraan petani.

Vermikompos adalah pupuk alami berkualitas tinggi yang dihasilkan dari kotoran cacing yang mengonsumsi kotoran hewan.

Kotoran cacing inilah yang disebut vermikompos. Jika dalam sehari seekor sapi mengeluarkan kotoran hewan (kohe) ± 20 kilogram maka sebulan terkumpul 600 kg dan setahun 7,2 ton.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

20 Ribu Petani Ikuti “Agri Fun Walk” PKS   

20 Ribu Petani Ikuti “Agri Fun Walk” PKS  

Sebanyak 20.000 petani di Provinsi Lampung meramaikan jalan sehat bertajuk Agri Fun Walk yang digelar Partai Keadilan Sejahtera di kawasan Nggruput, kompleks Pemerintah Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung, Minggu (25/10

Turrima Agro Mass Garap Alih Teknologi dan Sistem Pertanian Organik Terpadu di Kamerun

Turrima Agro Mass Garap Alih Teknologi dan Sistem Pertanian Organik Terpadu di Kamerun

Perusahaan pupuk organik PT Turrima Agro Mass menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) alih teknologi pertanian dengan TMG International (Investment Group PLC Cameroon).

Edarkan Sabu Lewat Sistem Tempel di Boyolali dan Sukoharjo, Dua Pemuda Terancam 20 Tahun Penjara

Edarkan Sabu Lewat Sistem Tempel di Boyolali dan Sukoharjo, Dua Pemuda Terancam 20 Tahun Penjara

Dua Kurir Sekaligus Pengedar Narkoba di Solo Roya Digrebeg sat Ambil Paket Sabu, Polisi Buru Pemasok 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer