Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Orang nomor 2 di Jateng ini, tiba di Blora kemarin pukul 09.00. Pertama, dia menyerahkan bantuan untuk RTLH. Dilanjutkan peletakan batu pertama ruko UMKM di Desa Sambongrejo, Tunjungan.
Taj Yasin mengaku, program satu organisasi perangkat daerah (OPD) satu binaan UMKM dan desa di Blora sangat baik. Salah satunya membuat ruko UMK. ”Artinya kepala desa benar-benar perhatian dengan potensi yang ada di desanya. Mendorong UMKM. Mendorong masyarakat untuk mandiri. Kalau masyarakat mandiri, kemiskinan akan segera diatasi,” ucapnya.
Menurutnya, di masa pandemi ini, banyak yang terdampak. Bukan hanya kesehatan. Juga masalah ekonomi. Ini semua harus dilewati. ”Sejak Maret sampai sekarang, kita di masa pandemi. Bagaimana mendisiplinkan masyarakat tentang pencegahan penularan Covid-19. Meski belum semuanya menaati. Tapi kita tidak mungkin hanya berjibaku menertibkan. Tapi harus menangani sektor yang lain,” ucapnya.
Rombongan anggota DPRD Jateng 2014-2019 ini, berlanjut ke Ponpes Syafinatunnajah Kecamatan Tunjungan dan Ponpes An-Nur Kecamatan Kunduran untuk meninjau penerapan protokol kesehatan (prokes). Dilanjut memberikan bantuan kepada beberapa ponpes.
Bupati Blora Djoko Nugroho menyampaikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora telah melakukan pemetaan kecamatan dan desa. Ada 64 desa yang tergolong miskin. Salah satunya Desa Sambongrejo. ”Kami sudah minta kepada para OPD di Blora agar menyusun program kerja yang menyentuh 64 desa ini. Harapannya, desa-desa ini jadi lebih baik,” ungkapnya.
Bupati juga menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada warga Blora. Salah satunya yang sedang berjalan adalah pembangunan jalan di depan Balai Desa Sambongrejo ini. ”Jalan depan balai desa ini, dibangun atas bantuan dari Bapak Gubernur. Semoga dengan dibangunnya jalan ini, akses masyarakat lebih mudah dan bisa meningkatkan perekonomian warga, sehingga bisa keluar dari garis kemiskinan,” paparnya.
Sementara itu, Plh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Kepala Bagian Keagamaan Slamet Imam Ihwandi mengungkapkan, untuk percepatan penanganan kemiskinan di Jateng, pihaknya telah melakukan pendampingan pada dua desa dampingan. Yaitu Desa Banjarsari, Kecamatan Bobotsari, Purbalingga, dan Desa Sambongrejo, Kecamatan Tunjungan, Blora.
Selain itu, pihaknya juga memberikan bantuan stimulan untuk meningkatkan kesejahteraan warga Desa Sambongrejo. Di antaranya bantuan 100 pack sembako senilai Rp 20 juta untuk masyarakat terdampak Covid-19 dari Baznas Provinsi Jateng dan diserahkan pada 2 Juni lalu.
Berikutnya, bantuan RTLH berupa uang tunai Rp 400 juta untuk merehab atau membangun 25 unit RTLH. Dengan sumber dana berasal dari BSPS Kementerian PUPR, Dana Desa 2020, dan Bantuan Keuangan dari Disperakim Provinsi Jateng. Selanjutnya, bantuan RTLH dari Baznas Provinsi Jateng sejumlah 18 unit senilai Rp 180 juta, bantuan RTLH dari Baznas Blora berupa material bangunan jadi senilai Rp 45 juta untuk tiga rumah, serta bantuan dari PT Semen Gresik Persero Tbk Pabrik Rembang berupa 360 sak semen untuk 15 rumah tangga miskin.
Ada juga bantuan jamban sehat dari Dinas Kesehatan Provinsi Jateng berupa material senilai Rp 43 juta untuk 43 rumah tangga miskin. Bantuan face shield empat kardus untuk warga Desa Sambongrejo untuk penanggulangan Covid-19.
Berikutnya, hibah Rp 70 juta Provinsi Jateng Bidang Keagamaan TA 2020 untuk Gereja Pantekosta Immanuel, hibah Rp 70 juta Provinsi Jateng Bidang Pendidikan Keagamaan untuk Madin Miftahul Huda.
”Ucapan terima kasih kami sampaikan untuk semua stakeholder yang telah ambil bagian dalam penanggulangan kemiskinan di Desa Sambongrejo. Sekaligus menjadi rekan kerja Biro Kesejahteraan Rakyat dalam melakukan pendampingan,” ujarnya. (sub/lin/kom/ida/bas)
Advertisement
Advertisement
Radar SemarangIkuti
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Artikel Terkait
Advertisement
Berita Terkini
Advertisement
Advertisement





