alexametrics

Curah Hujan Tinggi, Tanah Makam Bergota II Tergerus Air

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SemarangCurah hujan tinggi yang terjadi di Kota Semarang beberapa hari terakhir, membuat tanah di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bergota II retak. Akibatnya puluhan makam terimbas. Bahkan ada batu nisan di atas makam yang ambruk.

Krisnadi, salah satu ahli waris keluarga yang dimakamkan TPU Bergota II menjelaskan, retakan tanah terjadi pada lahan makam di kontur yang miring. Tanah lantas tergerus air hujan.

“Tadi pagi saya kebetulan mau nyekar keluarga, kaget melihat kok tanah makam retak-retak. Kondisi ini sudah terjadi beberapa kali,” katanya Rabu (15/9/2021).

Ia meminta agar dinas terkait bisa melakukan langkah antisipasi, dengan membangun saluran atau talud sehingga aliran air tidak langsung turun ke area pemakaman yang ada di bawah.

“Harusnya ada langkah pencegahan dengan membangun saluran air sehingga air tidak turun langsung ke makam yang di bawah,” pintanya.

Pantauan koran ini, petugas pemakaman langsung melakukan perbaikan jangka pendek dengan meratakan tanah yang retak. Selain itu batu nisan yang ambruk juga kembali dipasang. Sedikitnya ada 30 makam yang terdampak, kebetulan makam baru di lahan yang sedikit miring.

Pengelola TPU Tutik Kusdaningsih mengatakan hal itu memang sering terjadi. Karena kontur tanah TPU memang miring. Ia membantah adanya informasi makam longsor. “Yang benar adalah aliran air menggerus tanah,” katanya.

Salah seorang warga sekitar Sumaryono mengaku sejak awal pembangunan TPU sudah mengingatkan kalau tempatnya miring dan rawan longsor. Namun banyak warga yang tetap menginginkan pemakaman tetap di tempat itu. Alasannya dekat dengan rumah.

“Ini dulunya juga tanahnya sering digerus air saat hujan deras,” katanya sambil menunjuk sisi pemakaman yang sudah diberi talud.

Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkrim) Kota Semarang Murni Ediati memastikan jika rekahan tanah yang terjadi bukan karena longsor, melainkan limpasan aliran air dari area pemakaman yang ada di atasnya.

“Kebetulan tanahnya ini ada di perengan. Saat hujan air turun ke area makam ini ngecembeng dan membuat retakan. Tidak ada kerusakan berat, ” katanya.

Terkait langkah antisipasi, Pipie begitu ia disapa, akan mengajukan anggaran pembangunan saluran air dan talud pada anggaran perubahan tahun ini.

“Kita akan bangun saluran dan talud, mungkin juga kotakan makam agar tidak lagi tergerus. Kalau pakai rumput nggak bisa, nanti akan kita hitung dulu anggarannya berapa karena ada beberapa saluran air yang kita bangun,” tuturnya. (den/cr7/ton)

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya