alexametrics


Separuh Kendaraan Berat di Kota Semarang Tak Lakukan Uji KIR

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Separuh kendaraan berat yang ada di Kota Semarang tidak melakukan uji KIR. Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, dari 633 ribu kendaraan berat atau angkutan barang di Semarang, yang aktif melakukan pengujian hanya 321 ribu kendaraan.

“Hanya separuh saja yang aktif. Bisa jadi tidak lagi dioperasikan atau terdampak pandemi Covid-19. Jadi hanya sebagian saja kendaraan para pengusaha yang dioperasikan,” kata Kepala Dishub Kota Semarang Endro P Martanto Selasa (14/9/2021).

Uji KIR sendiri dilakukan pemilik angkutan barang selama enam bulan sekali. Kasus kecelakaan karambol di Sigar Bencah yang menyebabkan empat orang tewas lantaran rem truk blong, ternyata habis masa uji KIR-nya.

“KIR ini dilakukan untuk menguji kendaraan. Dishub juga punya wewenang untuk mencabut KIR kendaraan yang kena razia atau kecelakaan seperti kemarin,” tuturnya.

Sebetulnya, dari uji KIR bisa diketahui kendaraan tersebut layak operasional atau tidak. “Apalagi jika terjadi kecelakaan dan ternyata KIR-nya mati. Pasti akan memberatkan sanksi driver dan pemilik,” tegas dia

Penguji Tingkat 5 Dishub Kota Semarang Imam Sukoco menerangkan, selama pandemi ini sedikitnya ada 200 kendaraan perhari yang melakukan uji KIR di kantor Dishub. Setiap kendaraan dipastikan dalam keadaan baik dan tidak menyalahi aturan, misalnya lampu, klakson, rem, dan dimensinya pun diukur oleh petugas.

“Sebelum masuk ke teknis tadi, ada pra uji kendaraan, misal ada kerusakan, bisa langsung ketahuan. Nah alat dalam uji KIR juga bisa mendeteksi malfungsi kendaraan, misalnya rem atau sebagainya,” tuturnya.

Dimensi kendaraan dalam uji KIR tak luput dari perhatian. Pengukuran secara manual dilakukan, termasuk dalam pelanggaran yakni over load dimension (ODOL). “Kalau ketemu yang dimensinya tidak sesuai atau lebih panjang, kami berikan rekomendasi penyesuaian untuk dipotong dan diarahkan ke karoseri,” paparnya.

ODOL termasuk salah satu pelanggaran yang membahayakan pengendara jalan lainnya. Beban maksimum truk tidak sebanding dengan panjang dan muatan sehingga menjadi salah satu penyebab rem blong dan kecelakaan.

“Temuan pasti ada, bulan Agustus kemarin ada tiga kendaraan. Kalau ngeyel nggak dipotong, nanti KIR-nya nggak keluar. Jadi harus disesuaikan dulu,” pungkasnya. (den/ida)

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya