alexametrics


Kelurahan Sendangguwo Siapkan Taman Bunga untuk Perajin Ronce

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang Para perajin ronce mengalami penurunan pesanan karena dampak pandemi Covid-19 dan sulitnya mendapatkan bahan baku. Kalaupun ada, harganya mahal. Meski begitu, mereka tetap optimistis bisa bangkit setelah penurunan status PPKM menjadi level 2.

Bahkan, Pemerintah Kelurahan Sendangguwo berusaha membangun taman bunga lagi. Dengan harapan, para perajin ronce tidak kesulitan mencari bahan baku. “Mereka tidak usah lagi jauh-jauh mencari bahan baku hingga ke Beringin,” kata Lurah Sendangguwo, Agustinus Kristiyono, 54.

Kampong Ronce ini terpusat di RT 7, RW 8, Kelurahan Sendangguwo, Kecamatan Tembalang. Terdapat enam kelompok usaha bunga ronce yang dibantu oleh lima perajin ronce. Pelopornya adalah Prapti Mulyani, 43. “Saya sudah berkecimpung di dunia ronce sejak tahun 1995,” tuturnya.

Prapti mendapatkan ilmu meronce ini sudah turun temurun. Ronce melati dan bunga lainnya ini dibuat untuk pengantin, kesenian, acara-acara resmi lainnya, dan untuk pemakaman. Bahkan, ketika perayaan Waisak di Wihara, juga menggunakan ronce melati.

“Yang untuk pemakaman biasanya terbuat bunga melati dan bunga kenanga. Sedangkan untuk pernikahan terbuat dari melati dan mawar,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang Selasa (14/9/2021).

Bahan bakunya terdiri atas bunga melati, bunga kenanga, bunga mawar, jarum, dan benang. Biasanya bunga didapatkan dari Bringin. Pernah menerima 30 pesanan dalam sehari di dalam Kota Semarang saja, membutuhkan bahan baku yang banyak. “Kemarin ada pernikahan di Gedung Diponegoro, Pak Camat Banyumanik mantu. Juga membutuhkan ronce,” ungkapnya.

Pihaknya bekerja sama dengan para perias pengantin. Namun sempat terdampak saat pandemi. Bahan baku menjadi sangat mahal. “Satu pesanan harganya Rp 250 ribu sampai Rp 750 ribu. Tergantung dari sulit dan mahalnya bahan baku,” jelasnya.

Ketua RW 2,  HM Faqih menjelaskan, dulunya sebelah gapura Kampong Ronce terdapat taman. Namun, karena taman tersebut berdiri di atas tanah warga, sekarang sudah jadi rumah. “Pak lurah akan membuatkan taman lagi,” katanya.

Lurah Sendangguwo juga berencana membentuk kampung tematik baru, yaitu Kampung UMKM di RW 2. “Rencananya ada galeri seluruh UMKM yang berada di Kelurahan Sendangguwo. Pusatnya nanti di situ,” ungkapnya. (cr6/ida)

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya