alexametrics


Antisipasi Banjir, DPU Normalisasi 16 Saluran Air

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Musim penghujan mulai datang. Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) bersama warga mengantisipasi banjir dengan bergotong royong mengeruk sampah dan lumpur di saluran air.

“Pengerukan sedimen dan lumpur sudah kami lakukan sejak empat bulan lalu dan terus kami lakukan sampai bulan ini,” kata Kasie Pengelolaan dan Pengembangan Drainase DPU Kota Semarang Mochamd Hisam Ashari Senin (13/9/2021).

Sedikitnya ada 16 saluran air yang telah dikeruk di antaranya di Jalan Wolter Monginsidi, Sringin Lama, Penggaron Lor, saluran Brigjend Sudiarto, Tlogomulyo, Genuk Indah, Tawangsari, Anjasmoro, Wana Mukti, dan Meteseh. Pengerukan sedimentasi juga dilakukan di Kali Seruni, Kali Asin, Kali Semarang ruas Lodan Raya, Kali Semarang ruas Bandarharjo, kantong lumpur Veteran, dan kantong lumpur Sriwijaya.

“Saluran ini kami keruk dengan alat berat. Kami juga menurunkan tim untuk melakukan pengerukan secara manual di saluran air lainnya yang rawan tersumbat karena sedimentasi tinggi. Pengerukan manual sudah dilakukan di 50 saluran air,” tuturnya.

Pengerukan embung juga dilakukan DPU. Di antaranya, embung Muktiharjo, Meteseh, Untung Suropati, dan Gatot Subroto. Hal ini dilakukan karena embung merupakan penampungan air sementara saat musim hujan.

“Kami keruk agar bisa menampung air secara maksimal. Sebenarnya kami rutin melakukan pembersihan saluran dari sampah yang mengganggu aliran air,” tambahnya.

Mengantisipasi longsor, perbaikan talud yang jebol juga dikebut. Saat banjir bandang beberapa waktu lalu, banyak tanggul sungai yang jebol. Sedikitnya ada sekitar 60 titik tanggul yang diperbaiki selama 2021 ini. “Tapi, itu perbaikan kecil-kecil, paling hanya memperbaiki titik yang jebol saja, bukan perbaikan panjang,” pungkasnya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, melalui DPU telah dilakukan antisipasi banjir dengan melakukan normalisasi saluran dan selokan yang ada di Kota Semarang sejak awal tahun lalu. Ia pun memastikan jika pembersihan saluran air dan perbaikan talud sampai saat ini masih terus berjalan.

“Beberapa titik banjir sudah mulai dikeruk dan dibersihkan. Misalnya yang tersumbat dari sedimentasi ataupun sampah mudah-mudahan bisa lancar saat musim hujan tiba,” katanya.

Pembersihan dilakukan setiap hari di semua titik. Di antaranya di wilayah UPTD Gayamsari, Genuk, Pedurungan, Simpang Lima, Erlangga, Kusumawardani dan lainnya. Pemkot juga mengantisipasi potensi tanah longsor.

Pihak DPU, telah memperbaiki semua talud di titik yang pernah terjadi tanah longsor. “Saya pesan agar masyarakat hati-hati dan waspada. Misalnya kalau tinggal di daerah yang curam mending ngungsi dulu lah,” pintanya. (den/ida)

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya