alexametrics


Proyek Kabel Bawah Tanah Bahayakan Pengendara Roda Dua

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pelaksanaan proyek ducting atau kabel bawah tanah dipastikan selesai bulan ini. Namun masih berbuntut keluhan masyarakat, lantaran menyebabkan kondisi jalan bergelombang.

Di antaranya di ruas Jalan Pahlawan, Kawasan Simpang Lima, Jalan Pandanaran, dan lainnya. Penutupan lubang galian oleh pihak kontraktor tidak rata alias bergelombang. Hal ini membahayakan pengendara roda dua yang tidak sengaja menginjak tambalan lubang yang memiliki beda ketinggian.

“Misalnya di Jalan Pandanaran, cukup berbahaya karena ketinggiannya beda. Selain itu di Simpang Lima, penambalannya asal-asalan dan tidak rata,” kata Dina Yunita salah satu pengguna jalan.

Pembangunan sarana utilitas ducting ini dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dengan sistem kerjasama opersional (KSO), PT Moratelindo dan PT Bhumi Pandanaran Sejahtera (BPS). Ini sebetulnya untuk penataan estetika kota. Nantinya seluruh kabel fiber optik dan listrik dimasukkan ke dalam tanah sehingga tidak terkesan semrawut dan menggantung di udara.

“Proyek ini untuk penataan eststika kota, nah ada sisi baik dan ada sisi buruknya. Misalnya kerusakan infastruktur karena penggalian,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang Iswar Aminuddin, Kamis (9/9/2021) kemarin.

Iswar menjelaskan jika pembuatan ducting pada tahap pertama ini sepanjang 23 kilometer dan akan selesai pada bulan ini. Nantinya, kata mantan kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) ini, akan dilakukan di semua ruas jalan di Semarang.

“Totalnya 500 kilometer di 362 ruas jalan. Mungkin tahun depan akan dilakukan pelapisan ulang agar kondisi jalan tetap stabil,” tambahnya.

Untuk pemadatan atau tambalan bekas galian ducting, tidak bisa langsung jadi saat itu juga. Perlu ada pemadatan alami paling tidak dua bulan agar tanah bekas galian di jalanan bisa kembali rata.

“Perbaikan secara alami, tanah terjadi pemadatan kurang lebih satu sampai dua bulan. Biar jadi kepadatan dulu. Kami sudah minta Moratelindo dan BPS untuk diaspal rata,” tuturnya.

Disinggung banyaknya keluhan masyarakat yang dinilai membahayakan, Iswar memastikan pihak pelaksana akan melakukan perbaikan ulang sesuai dengan SOP. Pada tahap pertama ini, lanjut Iswar, sempat terkendala suplai bahan terutama box scalpers.

“Kemarin sempat material belum datang, kemarin PPKM kan ada penyekatan jadi terkendala bahan baku. Ada yang sudah terlanjur dibuka, namun belum dikerjakan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Suharsono mengharapkan kepada pengembang segera mengembalikan kondisi aspal atau jalan seperti semula. “Ada beberapa ruas jalan yang memiliki jalur sepeda, ketika ditambal tidak bisa dilewati,” katanya. (den/ida)

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Tumbuhkan Semangat Pilah Sampah

Belum Rampung Dibangun, Dinding GOR Mentosari Roboh

Punya Hobi Berbeda, Lady Sepakat Berpisah

Populer

Artikel Menarik Lainnya