alexametrics


Banyak yang Pensiun, SLB Negeri Semarang Kekurangan Guru

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kota Semarang tahun depan terancam kekurangan guru. Selain karena banyak guru yang memasuki pensiun, ada juga guru honorer yang mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di sekolah lain.

Kepala SLB Negeri Semarang Imam Wusono mengatakan, tahun ini sekolahnya tidak mendapat alokasi tambahan guru dalam seleksi formasi PPPK 2021. “Padahal tahun depan, ada gelombang pensiun guru di tempat kami. Delapan guru akan purnatugas bersamaan, otomatis tenaga pengajar akan semakin berkurang,” katanya Kamis (29/7/2021).

Selain itu, saat ini ada 40-an tenaga pengajar honorer yang mendaftar seleksi PPPK guru. Mereka mengambil penempatan di sekolah inklusi. Imam mengandaikan, jika dari 40 guru honorer yang mendaftar itu, ada 20 orang yang diterima, maka sekolahnya akan semakin kekurangan tenaga pengajar. “Mau melarang gimana Mas, namanya juga memperbaiki nasib. Tapi, kalau tidak dilarang, kita akan semakin kekurangan guru. Serba dilematis saya, Mas,” keluhnya.

Dia mengatakan, kekurangan tenaga pengajar sudah terjadi sejak tahun lalu. Sebab, tahun lalu sekolahnya hanya mendapat tambahan empat guru honorer. Saat bersamaan ada empat guru yang memasuki masa pensiun. Akibatnya, jumlah tenaga pengajar dan siswa tidak seimbang. “Saat ini, tenaga kependidikan di sekolah kami ada 153 orang, sedangkan rombel kelas dari jenjang TK sampai SMA ada 101 rombel,” jelasnya.

Menurut Imam, 153 tenaga kependidikan itu dinilai sangat kurang. Karena idealnya setiap satu guru SLB hanya mengampu lima siswa. “Sekarang tenaga pengajar di sekolah kami, sudah melebihi kapasitas,” ucapnya.

Apalagi siswa di SLB ini semakin bertambah. Pada penerimaan peserta didik baru tahun ini, menerima 8 siswa TK, 38 siswa SD, 25 siswa SMP, dan 9 siswa SMA. (cr7/ton)

 

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya