alexametrics


Penjualan Anjlok 50 Persen, Terpaksa Kurangi Produksi hingga 75 Persen

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Banyak UMKM mengalami kesulitan saat PPKM Darurat diberlakukan. Tak terkecuali Toko Bandeng dan Otak-Otak Pak Amin. Penjualannya anjlok 50 persen, harga bandeng pun naik. Meski harus mengurangi produksi sampai 75 persen, toko tersebut tetap berjualan.

Pemilik Toko Bandeng dan Otak-Otak Pak Amin, Agus Setiaaji biasa berjualan di Pasar Wonodri dan tokonya di rumah. Kondisi PPKM memaksa akses jalan ditutup. Tak banyak orang yang datang berbelanja ke pasar. Dagangannya pun ikut terdampak.

“Sebelum pandemi Covid-19, bisa membuat 3 kwintal sehari. Terus pas pandemi jadi 2 kuintal. Lha sekarang pas PPKM Darurat tinggal satu kuintal saja,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Turunnya jumlah produksi ikut dipengaruhi harga ikan yang naik. Ikan bandeng dari luar juga sulit masuk selama PPKM Darurat. Oleh karena itu, Agus membutuhkan biaya lebih banyak untuk modal produksi. Ia harus membayar Rp 25 ribu untuk mendapatkan sekilo bandeng mentah. Di samping itu, warteg langganannya banyak yang berhenti memesan karena kegiatan jualan sangat dibatasi selama PPKM Darurat.

“Ya saya mencoba sekuat tenaga supaya usaha yang sudah saya rintis dari 2004 ini tidak gulung tikar. Satu-satunya alternatif saat ini ya jualan online termasuk lewat whatsapp,” tandasnya.

Kadang dagangan diantar sendiri dan terkadang diambil driver ojol. Beberapa waktu lalu ia juga terpaksa mengurangi jumlah karyawan toko lantaran skala produksi menurun. Meski demikian, ia optimistis, setelah PPKM level 4 berakhir 2 Agustus mendatang dan aktivitas kembali normal, bisnisnya akan membaik. (taf/ida)

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya