alexametrics


Jaga Ekosistem Laut, Tanam Ratusan Mangrove di Edu Park Tambakrejo

Rekomendasi

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Dinas Perikanan Kota Semarang bersama Kelompok Peduli Lingkungan Cinta Alam Mangrove Asri dan Rimbun (KPL CAMAR) dan komunitas Marine Buddies berupaya menjaga ekosistem laut dengan menanam ratusan bibit mangrove di kawasan wisata Mangrove Edu Park Tambakrejo (15/6/2021).

Pukul 08.30 KPL CAMAR telah bersiap menyambut jajaran pegawai dinas perikanan dan komunitas marine buddies di pinggir tambak. Beberapa waktu kemudian, sebanyak 20 orang berbegas menaiki perahu. Menyebrangi pesisir sekitar satu kilo meter dengan diantarkan oleh para anggota KPL CAMAR.

“Kami sudah biasa setiap hari bolak balik bawa perahu,” celetuk Yazid nelayan setempat yang juga wakil KPL Camar.

Nampak terlihat kebun mangrove di tengah laut. Perahu mendekat ke tepian. Para penumpang turun satu persatu. Sesampainya di lokasi Kepala Dinas Perikanan Nurkholis membuka acara. Kemudian semua peserta meniti jalan yang terbuat dari bambu ke tengah kebun mangrove.

Dengan tangga kayu peserta turun ke lokasi penanaman. Sebanyak 500 mangrove ditanam berjajar di lahan yang masih kosong itu. Setiap bibit ditanam dengan jarak sekitar setengah meter dengan bibit lainnya. Sebilah bambu di samping bibit mangrove diikat dengan potongan tali raffia. Kurang lebih selama satu jam penanaman tuntas. Para peserta bergegas naik karena matahari semakin terik.

“Sebagai upaya pemulihan ekosistem laut sekaligus memperingati Hari Lingkungan Hidup, Selasa kemarin kami sudah mengadakan penanaman massal di Sumurejo. Sekarang gentian kita tanam mangrove di Tambakrejo,” tutur Nurkholis kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menambahkan dengan mangrove diharapkan memperbaiki ekosistem laut. Sehingga biota laut dapat berkembang dengan baik dan lebih beragam. Baik jenis-jenis ikan maupun kepiting. Dengan begitu secara tak langsung hal tersebut juga membantu keberlangsungan ikan dan kesediaan untuk para nelayan.

Juraimi selaku Ketua KPL CAMAR mengatakan ini bukan yang pertama kalinya mengadakan tanam mangrove di Edu Park Tambakrejo. Ia mengapresiasi ketulusan Dinas Perikanan dan mengantarkan mereka mampir di kantor kesekretariatan KPL CAMAR yang terletak di tepi laut.

Ia berharap dengan kegiatan tersebut, tak hanya mengurangi abrasi. Namun juga mewujudkan Tambakrejo seperti namanya. Tambak yang subur dengan budidaya mangrove dan ikan-ikan yang hidup di dalamnya.

“Sebenarnya kami sudah selesai membangun jogging track atau jalan dari bamboo untuk wisatawan sejak 2020. Tapi karena bertepatan dengan pandemi, wisata kami tidak begitu ramai,” jelas Juraimi.

Diakuinya, KPL CAMAR awalnya sangat menyesali adanya pandemic. Namun seiring berjalannya waktu, wisata tetap dibuka dengan pembatasan jumlah pengunjung. Minimal tiga dan maksimal 10 orang. Paket wisata yang disediakan pun dengan harga beragam. Mulai dari paket A Rp15 ribu, paket B Rp50 ribu, dan paket C Rp100 ribu.

“Di semua paket itu ada biaya yang diambil untuk menyumbang bibit mangrove, sisanya untuk logistic seperti biaya perahu dan makan. Jadi ada nilai edukasinya di sana,” terangnya.

Juraimi menceritakan pengalaman melayani turis dari berbagai daerah. Bahkan dari manca negara seperti Jepang, Prancis, Kanada hingga rombongan peneliti dari Amerika Serikat pernah berkunjung.

“Kalo wisatawan lokal sih paling jauh masih daerah Solo, karena promosi kita tidak terlalu massif saat pandemic,” tutur Juraimi.

Meski tak begitu ramai, Juraimi mensyukuri pengelolaan wisata setempat yang melibatkan warga secara langsung. Sehingga perekonomian warga RW 16 cukup terbantu. Baik untuk membuat kerajinan kerang, snack maupun catering makanan.

Di samping itu, Marine Buddies Semarang yang dipelopori oleh Aida Nurus Suroyya mengakui sudah menekuni gerakan untuk konservasi laut sejak 2019. Ia sangat senang diberi kepercayaan oleh Dinas Perikanan untuk ikut turun menanam mangrove bersama anggota komunitasnya. Selain untuk mencegah abrasi, ia bermaksud mengajak kaum muda untuk mulai peduli pada lingkungan. Khususnya laut sebagai penyedia oksigen terbesar di bumi. (taf/bas)

 

Terbaru

Fadia Baca Semua Aduan Warga

Tempat Ibadah Harus Taat Prokes

Populer

Lainnya

Terdengar Jedar-Jeder, Toko Mainan Terbakar

Kendal Serius Kembangkan Sport Tourism

Nekat Buka, Tempat Karaoke dan SPA Disegel

Wajib Vaksin Sebelum Masuk Sekolah