alexametrics


Pembebasan Lahan untuk Pemakaman Terkendala Pendanaan

Rekomendasi

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Tiga area tempat pemakaman umum (TPU) di Kota Semarang yakni Dadapan, Trunojoyo, dan Sompok, sudah mengalami full okupansi. Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang saat ini mengupayakan penyediaan lahan makam dengan melakukan pembebasan lahan.

Kasi Penyelenggaraan Pemakaman Disperkim Kota Semarang, Djunaidi mengatakan, pihaknya berusaha memenuhi kebutuhan lahan dengan melakukan pembebasan lahan. Sebelumnya, sudah dilakukan kajian untuk menentukan lokasi makam misalnya di Jabungan dan lainnya.

“Lahan dengan luasan kurang dari lima hektare ditangani oleh tim Pemkot Semarang sendiri. Sedangkan lahan lebih dari lima hektare dilakukan kajian oleh tim Badan Pertanahan Nasional (BPN). Untuk Jabungan, kami terkendala pendanaan, Luasnya lebih dari lima hektare,” katanya kemarin.

Ia menjelaskan, ada beberapa pilihan lahan di bawah lima hektare, misalnya di Trunojoyo. Menurut Djunaidi, ada tiga bidang yang bisa digunakan untuk pemakaman. Pada 2019 lalu, Disperkim telah membebaskan satu bidang dan dua bidang lainnya akan dibebaskan secara bertahap pada tahun ini serta tahun depan. “Ada rencana pembebasan lahan di Kedungmudu, namun belum dilakukan karena anggaran belum disiapkan,” bebernya.

Pemkot, kata dia, juga meminta pengembang perumahan untuk menyerahkan lahan pemakaman seluas 2 persen dari lahan pengembang dalam bentuk tanah makam. Saat ini sedang dirancang agar pengembang tidak melakukan kecurangan.

“Kadang yang diserahkan lahan makam yang murah, lahannya susah. Kami sedang menyiapkan perda, penyerahannya dalam bentuk nilai uang sesuai tanah yang dikembangkan mereka,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Suharsono, meminta agar Pemkot Semarang membuat rencana jangka panjang mengenai tingkat kebutuhan dan ketersediaan lahan pemakaman. “Ini penting karena jumlah penduduk Semarang banyak dan perlu ada penambahan jumlah area pemakaman, sehingga perlu dibuat rencana jangka panjang,” tuturnya.

Kaitannya dengan kebutuhan jangka pendek, lanjut dia, lahan makam yang memungkinkan untuk dilakukan penambahan agar dapat memenuhi kebutuhan 5 hingga 10 tahun ke depan. Misalnya di Jabungan dan Trunojoyo. “Rancangan sudah ada, tapi butuh anggaran yang besar. Juga butuh kajian sosial,” pungkasnya. (den/ida)

Terbaru

Populer

Lainnya