alexametrics


Catat, Ini Mekanisme Penerimaan Peserta Didik Baru Kota Semarang 2021

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang me-launching penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2021-2022, Rabu (9/6/2021). Pada tahun ini, semua calon peserta didik baru wajib mengikuti rangkaian pendaftaran, yakni prapendaftaran. Prapendaftaran untuk tingkat TK dan SD dilaksanakan mulai 13 Juni, sementara untuk tingkat SMP pada 20 Juni. Dalam tahap ini, calon peserta didik harus membuat akun untuk mendaftar PPDB yang dilakukan secara online.

“Prapendaftaran ini sifatnya wajib. Kalau tidak ikut, maka siswa tidak bisa mendaftar di sekolah negeri,” kata Kepala Disdik Kota Semarang Gunawan Saptogiri, Rabu (9/6/2021).

Dijelaskan, jadwal untuk jenjang TK dan SD prapendaftaran mulai 13-18 Juni 2021, pendaftaran 26-29 Juni, analisis dan pemeringkatan 30 Jun-1 Juli, pengumuman online dan ditempel di satuan pendidikan pada 2 Juli, dan daftar ulang mulai 2-5 Juli.

Sementara untuk jenjang SMP, prapendaftaran mulai 20-25 Juni, pendaftaran online 27-30 Juni, analisis dan pemeringkatan 1-2 Juli, pengumumuan online dan ditempel di satuan pendidikan 3 Juli, dan daftar ulang 3-6 Juli. Untuk hari pertama masuk sekolah dilakukan pada 12 Juli.

Gunawan menjelaskan, prapendaftaran ini berguna jika ada data kependudukan atau nilai rapor serta prestasi yang tidak sesuai. Jadi, bisa diperbaiki peserta didik sendiri ataupun sekolah.

“Pentingnya prapendaftaran di situ, nah nanti akan divalidasi sekolah dan dinas. Siswa wajib ikut tahapan ini. Selain itu, harapannya tidak ada lagi kekeliruan data lagi, karena bisa digunakan mengecek data. Misalnya, ada sertifikat yang belum masuk, masalah kependudukan, dan lainnya,”tambahnya.

Dikatakan, karena dilakukan di masa pandemi, PPDB dilakukan tanpa pemberkasan. Berkas dari siswa bisa diketahui by sistem melalui e-rapor ketika memasukkan NIK dan tanggal lahir. Nantinya di sistem akan muncul zonasi sekolah, nilai usia sekolah, dan nilai lingkungan untuk tingkat SD. Sementara untuk tingkat SMP,  akan muncul nilai zonasi, nilai rapor, serta nilai lingkungan.”Nilai rapor ini akan muncul nilai semester I dan II kelas 4, 5, dan nilai semester I saat kelas 6,” tambah mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang ini.

Sementara untuk siswa yang memiliki piagam kejuaraan berjenjang tingkat nasional maupun internasional, mendapatkan keistimewaan untuk memilih sekolah, termasuk sekolah yang ada di luar zonasi. “Aksesnya bisa dilakukan di smartphone ataupun komputer, ” tuturnya.

Sementara untuk persentase penerimaan siswa, untuk tingkat SD siswa di dalam zona mendapatkan jatah 70 persen, afirmasi 15 persen, dan perpindahan 5 persen. Untuk tingkat SMP, zonasi 50 persen, afirmasi 15 persen, prestasi 15 persen, dan perpindahan 5 persen.

“Untuk kuota 5 persen perpindahan ini kuota bagi anak PNS, pegawai BUMN, BUMD, TNI dan Polri. Jika kuotanya masih, bisa digunakan bagi anak guru di sekolah guru itu mengajar,” katanya.

Data yang diambil dari ppd.semarangkota.go.id untuk tingkat TK ada 9 TK negeri di Kota Semarang dengan jumlah kuota siswa baru sebanyak 372 anak. Sementara untuk tingkat SD, dari 326 sekolah menyediakan 521 rombel dengan kuota 14.588 siswa. Untuk tingkat SMP, ada 44 sekolah, dengan jumlah 352 rombel, dengan kuota yang disediakan 11.264 siswa. (den/aro)

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer