alexametrics

Pengembangan Wisata Religi, Pugar Makam Para Penyebar Agama

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID – Di Kota Semarang terdapat beberapa makam penyebar agama. Semarang sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi tujuan wisata religi.

Beberapa titik makam penyebar agama mulai dipugar. Salah satunya makam Habib Thoha bin Yahya. Makam waliyullah tersebut berada di Jalan Depok. Kemudian juga makam Habib Hasan yang berada di Jalan Duku Lamper Kidul.

Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Semarang Indriyasari mengatakan keberadaan makam sejumlah tokoh agama akan menjadi magnet wisata religi di Kota Lunpia itu. “Di sini ada Sunan Pandanaran juga, jadi memang potensi dari wisata religi yang dimiliki Kota Semarang sangatlah besar,” ujar Iin, sapaan akrabnya.

Optimalisasi wisata religi di Kota Semarang, lanjutnya, dilakukan dengan pemugaran beberapa makam tokoh agama. Beberapa yang baru saja dipugar yakni makam Waliyullah Habib Thoha bin Yahya dan Habib Hasan bin Yahya. Kedua makam tokoh agama tersebut memiliki korelasi terhadap persebaran agama Islam khususnya di Kota Semarang dan wilayah sekitarnya.

Kkeduanya juga diketahui memiliki hubungan darah yakni bapak dan anak. Juga masih satu trah garis keturunan yang kini sampai di Habib Lutfi bin Ali bin Yahya di Pekalongan. Pemugaran ke dua makam tokoh agama tersebut, lanjutnya, sudah mencapai 100 persen.

Makam tokoh agama lain yang juga hendak dikembangkan yakni di kawasan Kalibanteng Kulon. Di kawasan itu terdapat makam tokoh penyebar agama Islam yakni Sun An Ing. Atau masyarakat lebih mengenalnya dengan nama Sunan Kuning. “Selain itu, juga tengah dikembangkan wisata religi Kiai Soleh Darat,” tambahnya.

Beberapa destinasi wisata religi yang hendak dan sudah dikembangkan tersebut semuanya dikelola oleh Pemkot Semarang. Selain dikelola Pemkot Semarang, banyak juga wisata religi yang dikelola swasta atau yayasan terkait, misalnya Kelenteng Tay Kay Sie, Sam Poo Kong, Pagoda Watugong, Masjid Agung Jawa Tengah, Gereja Blenduk, hingga makam Syekh Jumadil Kubro. “Kita dorong pengelolaannya agar lebih optimal, sehingga selain mampu menarik wisatawan,” terangnya.

Penambahan infrastruktur seperti lahan parkir di sekitaran makam juga akan diusahakan. Seperti di makam Ki Ageng Pandanaran, dimana akan diperluas lahan parkirnya agar mampu menampung peziarah yang datang. “Kita lengkapi juga sarana prasarana pendukung lainnya,” tuturnya. (ewb/ton)

 

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer