alexametrics

Pantau Pendatang lewat Aplikasi Sidatang

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Di Kota Semarang ini telah bermunculan Kampung Siaga Covid 19. Salah satunya berlokasi di RW 6 Kelurahan Panggung Lor, Semarang Utara. Kampung ini juga telah memanfaatkan aplikasi Sidatang untuk mendata warga pendatang.

Aplikasi ini diciptakan Pemerintah Kota Semarang untuk menekan angka penyebaran Covid 19. Setelah dilakukan pendataan di RT dan RW kemudian dilaporkan ke lurah setempat. Aplikasi ini juga sudah dimutakhirkan dengan fitur admin, yang diperuntukan bagi camat, lurah, baabinsa dan bhabinkamtibmas. Nantinya admin dapat memantau dan memverifikasi terkait pendatang di wilayahnya.

“Kita sudah gunakan aplikasi Sidatang. Ya mulai bulan ini, kita lakukan pendataan di RT dan RW,” ungkap Ketua RW 6 Kelurahan Panggung Lor Sukisno Hadi.

Selain penggunaan aplikasi Sidatang, Kampung ini juga menempatkan warga di pos penjagaan akses masuk. Petugas ini berjumlah empat orang, dengan terbagi dua sif, yakni pagi dan malam. Warga yang akan masuk ke wilayah RW 6 akan dilakukan pengecekan kesehatan.

“Warga di sini dipantau, mereka yang keluar harus pakai masker. Kalau tidak pakai ya suruh pulang ambil masker. Orang luar pun sama. Kalau tidak pakai masker ya kita putar balik,” tegasnya.

Terlihat di wilayah RW 6 ini sekarang bersih. Jalan kampung di dalam perumahan ini sekarang juga bagus. Kanan kiri depan rumah terlihat banyak tanaman dan air bersih serta sabun untuk cuci tangan. Semenjak dibentuknya kampung siaga covid, lokasi ini juga terdapat ruang isolasi, lumbung pangan dan dapur umum.

“Kita ada tim kesehatan, keamanan tim warga produktif dan tim lumbung pangan. Jadi di sini ada dapur umum, ruang isolasi dibuka 24 jam, yang di dalamnya ada petugas kesehatan, pembuatan masker, termasuk handsanitizer,” jelasnya.

Ahmad, warga RT 6, RW 6 mengatakan tempat lumbung pangan berlokasi di gang 5 wilayah RT 5, RW 6. Sedangkan dapur umum, masuk wilayah RT 2. Kemudian di wilayah RT 3 juga terdapat pembuatan masker dan handsanitizer oleh warga setempat. “Setiap warga yang masuk harus steril, mulai dari depan kan ada penjagaan ada warga sama satpam. Satu akses di pintu utama, kalau lainnya di portal. Di sini juga ada posko jogo tonggo di gang 4,” jelasnya.

Sementara itu, Kelenteng Besar Tay Kak Sie Semarang juga berperan dalam penanganan Covid-19. Tempat ibadah umat Tri Dharma ini menyediakan lima ruang isolasi untuk pemudik.

“Kami nanti akan siapkan ruang isolasi bagi pemudik yang nekat memasuki kawasan Purwodinatan dan Kauman,” kata Lurah Purwodinatan Riyanto kemarin.

Kelima ruang isolasi itu dilengkapi dengan sembako sehingga mereka yang terpapar Covid 19 bisa mengambil secara gratis. Tetapi tentunya pemudik yang memasuki wilayah tersebut akan dicek setiap pagi dan sore. “Jadi mereka (pemudik) yang memasuki wilayah ini harus didata menggunakan sistem yang sudah tersebar di tingkat RT sampai RW,” tambahnya.

Sebelumnya sudah ditemukan dua pemudik dari Aceh yang memasuki Kelurahan Purwodinatan dan dinyatakan positif. Setelah dilakukan isolasi mandiri, ia sudah dinyatakan negative.  Berbekal pengalaman dari situ maka dibuatkan ruang isolasi.

Wakil Ketua Yayasan Kelenteng Besar Tay Kak Sie Hindarto mengatakan pihaknya akan segera membuat ruang isolasi bagi pemudik. Sehingag mereka yang diketahui terpapar Covid 19 bisa langsung isolasi di ruang tersebut.  “Mereka yang terpapar akan menempati ruang tersebut tentunya setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Poncol,” jelasnya.

Ketua LPMK kecamatan Semarang Tengah Fachri mengatakan, adanya ruang isolasi secara khusus ini dapat mempermudah dalam menyeleksi pemudik yang masuk ke kelurahan Purwodinatan dan Kauman. “Di dua kelurahan ini banyak warganya yang merantau ke beberapa tempat di Indonesia,” katanya. (mha/hid/ton)

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer