alexametrics


Tiga Rumah di Tambakboyo Ludes Terbakar

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Si jago merah melahap tiga rumah warga Tambakboyo RT 05 RW 08 Kelurahan Kalicari, Semarang, Minggu (25/4/2021) sekitar pukul 20.00.

Belum diketahui pasti penyebab kebakaran tersebut. Namun dugaan kuat kebakaran akibat salah satu pemilik rumah lupa mematikan api di tungku dapur.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, kebakaran bermula dari rumah Partini yang kosong ditinggal salat tarawih. Entah bagaimana ceritanya, api sudah berkobar besar hingga merembet ke rumah di sebelahnya. Ada tiga rumah yang ludes terbakar. Yakni, rumah milik Partini, Tikno dan Ninuk. Begitu mengetahui kebakaran itu, warga langsung teriak-teriak kebakaran, dan melaporkan ke Dinas Kebakaran Kota Semarang.

Ninuk, 39, salah satu warga yang rumahnya ludes terbakar mengatakan, kobaran api cepat membesar karena hampir semua rumah terbuat dari kayu. Setelah melahap rumah Partini, si jago merah menyambar  rumah milik Tikno, lalu merembet ke rumahnya. Beruntung, satu rumah yang berada di sebelahnya dengan cepat diambrukkan warga dan petugas pemadam kebakaran, sehingga tidak merembet ke rumah-rumah lainnya.

Ibu empat anak ini mengakui, saat kejadian dirinya sedang berada di Gedung Batu, Ngemplak Simongan, Semarang Barat.  Begitu dikabari keponakannya, ia langsung pulang.  “Saat saya datang, semua isi rumah hangus terbakar, kecuali mesin cuci yang masih tersisa,” akunya.

Ninuk masih bersyukur, dirinya bisa tinggal di rumah satunya yang masih berdekatan dengan tiga rumah yang hangus terbakar. “Rumah yang terbakar itu baru saya bangun. Kayunya masih baru, tapi sekarang sudah ludes semua,” ucapnya sedih.

Kobaran api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 21.15 setelah Dinas Kebakaran Kota Semarang mengerahkan lima unit mobil damkar. Petugas juga dibantu sejumlah relawan.

Salah seorang warga yang membantu memadamkan api sempat terjatuh ke sungai di depan rumah Partini. Namun korban tak sampai mengalami cidera berat, dan langsung ditolong oleh tenaga medis yang datang ke lokasi kejadian.

Matrohan, 50, salah satu anak Partini mengaku tidak tahu apa penyebab kebakaran rumah milik ibunya.  “Saya gak tahu, soalnya rumah saya kan beda sama ibu, tiba-tiba dikabari kalo rumah ibu kebakaran, terus saya ke sini,” ungkapnya.

Keterangan dari sejumlah warga, diduga kuat sumber kebakaran berasal dari rumah Partini yang menanak nasi di tungku, kemudian ditinggal salat tarawih. Beruntung, kebakaran tidak sampai menelan korban jiwa.  (mg5/mg7/aro)

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer