alexametrics

Anak dengan Cerebral Palsy Perlu Diberi Kepercayaan

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Komunitas Semar Cakep mengadakan pelatihan makan bersama 20 penyandang cerebral palsy yang didampingi orang tuanya di Ruang Difabel. Nasi kotak diberikan langsung oleh Camat Semarang Barat Heroe Soekendar Rabu (7/4/2021) kemarin.

Founder Semar Cakep Fita Mariyunani mengungkap, hakekatnya anak cerebral palsy mampu beraktivitas ringan, seperti makan. Hanya orang tua kerap tidak memberi kepercayaan dan jarang mengajari mereka. Ia mendorong orang tua untuk terus melatih anaknya khususnya makan karena merupakan kebutuhan dasar. Maka semakin bertambah umur, anak-anak cerebral palsy juga dapat mandiri.

“Semua anak itu sama, hanya anak cerebral palsy ini perlu waktu lebih untuk mengajari. Kuncinya orang tua memberi kepercayaan dulu kalau mereka akan bisa mandiri,” tegasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Pembelajaran yang terletak di samping Kantor Kecamatan Semarang Barat itu sudah berlangsung sejak 2018 lalu. Orang tua penyandang cerebral palsy datang dari berbagai daerah, termasuk Kendal dan Demak. Mereka mengaku senang dengan adanya komunitas tersebut yang terus mendampingi mereka mengedukasi dan memberi terapi untuk buah hatinya.

Bahkan pada kesempatan itu Heroe menyampaikan rencananya agar ke depan dapat memperluas ruang difabel. Dengan begitu anak-anak penyandang cerebral palsy dapat belajar dan beraktivitas lebih nyaman dan kondusif.“Komunitas ini kan memang yang menjadi nilai plus Kota Semarang, jadi kita optimalkan agar benar-benar memfasilitasi anak-anak,” tutur Heroe saat membagikan nasi kotak.

Sementara ini pembelajaran berlangsung dengan membagi 4 kelompok belajar. Mengingat pandemi belum usai, Semar Cakep mengatur agar 83 peserta didiknya tetap dapat menerima pembelajaran yang layak dan berinteraksi dengan temannya.

Meski penyendang cerebral palsy mengalami kelumpuhan otak dan sulit mengontrol gerak tubuhnya, pihaknya terus menegaskan orang tua bahwa anaknya bisa sembuh dengan terapi rutin. Di ruang tersebut juga telah tersedia alat fisioterapi meski orang tua juga mendaftrakan terapi di RSUP Dr Kariadi.

Ia menolak anggapan sebagian masyarakat yang melihat penyandang disabilitas itu bodoh. Pihaknya memberikan pendampingan secara personal dengan tiap orang tua. Lalu memantau perkembangan anak setiap minggu melalui assessment.

“Kondisi kelumpuhan tiap anak kan beda beda, tapi mereka semua bisa membaik. Mereka juga sama seperti di sekolah pada umumnya, ada penerimaan rapot. Tapi di sini tidak ada peringkat, karena kami menilai dari perkembangan anak masing-masing. Bukan dengan membandingkan dengan kondisi temannya,” tandasnya. (cr1/bas)

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Syekh Jumadil Kubro Generasi Pertama Walisongo

RADARSEMARANG.ID - Makam Syekh Maulana Jumadil Kubro ditemukan pada zaman penjajahan Belanda. Makamnya berlokasi di Jalan Arteri Yos Sudarso...

Lainnya

Menarik

Populer

Taman Pierre Tendean Usung Konsep Smart Park

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Taman Pierre Tendean bakal menjadi taman percontohan di Kota Semarang. Mengusung konsep Smart Park dengan sentuhan...