alexametrics

Seragam Sekolah Tak Laku, Hanya Andalkan Penjualan Seragam PNS dan Perawat

Rekomendasi

Siswa Difabel Sering Dinomorduakan

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kepala Sekolah Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Semarang Imam Wusono prihatin pada 602 peserta didiknya yang...

Jelang Pelantikan Hendi-Ita, Perajin Karangan Bunga di Semarang Kebanjiran Order

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang terpilih, Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu membawa...

Kecelakaan Beruntun di Turunan Silayur, Satu Tewas

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Prof Hamka tepatnya di depan gerbang Perumahan Permata Puri turunan Silayur...

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Penjaga toko perlengkapan sekolah di tikungan Jalan Kauman berukuran sekitar 4 meter kali 6 meter, Minggu (21/2/2021) kemarin, duduk termenung di balik etalase toko. Sehari itu, tak satu pun pembeli yang ditunggunya datang. Zainal namanya. Ia mengaku penjualan di Toko Tunas Baru menurun hingga 90 persen. Setidaknya lima pembeli datang setiap hari sebelum pandemi Covid-19. Tapi setelah pandemi, terkadang selama seminggu, tak seorang pun datang.

Seragam sekolah, seragam paskibra, sarung tangan, topi, kaos kaki, badge logo, bendera dan semua alat pramuka usang di toko itu, kini terbalut debu. Barang-barang itu sudah lama tak sedikit pun bergeser dari tempatnya di lemari etalase. Katanya sudah hampir setahun ini sepi pembeli. Biasanya sebulan sekali toko tersebut sudah berganti stok. “Selama ini, kami cuma bisa mengandalkan seragam untuk pegawai PNS dan pakaian perawat saja. Itu pun tak seberapa,” tegasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Lain halnya dengan Toko HA Kadir. Toko pusat perlengkapan seragam yang sudah berdiri puluhan tahun silam itu tetap bertahan di tengah pandemi. Pemiliknya Haris saat Jawa Pos Radar Semarang, tetap sabar menjaga tokonya. Toko yang berukuran 10 meter kali 15 meter itu, tetap didatangi beberapa pembeli. Ini karena ia memusatkan penjualan seragam satpam, tenaga kesehatan (nakes), Korpri, PGRI, khaki, dan lainnya. “Mau gimana lagi, harus banting setir kalau mau tetap laku,” ujar Haris di balik etalase tokonya.

Dirinya bersyukur, kini penjahit seragam sekolah langganannya kini dialihkan menjahit seragam kantor/perusahaan dan menerima pesanan. Meski omzet penjualannya turun drastis. “Dulu penghasilan kotornya bisa mencapai Rp 7 juta per hari, kini satu juta pun tak sampai,” katanya.

Kendati begitu, pukul 12.00 siangnya ada pembeli wanita datang meminta seragam sekolah. Saat ditanya Jawa Pos Radar Semarang, ia mengaku membelikan anaknya yang baru memasuki SD. “Anak saya ingin pakai seragam. Soalnya pernah liat temannya pakai, jadi ya saya belikan,” jawab Ayu menjawab kerinduan anaknya dengan rutinitas sekolah. (cr1/ida)

Terbaru

Jokowi Presiden, Wajar Disambut Massa

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA - Sambutan luar biasa dari massa saat Joko Widodo (Jokowi) tiba daerah Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT)...

Lainnya

Dikepung Banjir, Jenazah Warga Trimulyo Diantar ke Makam Naik Perahu

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Jenazah Sukarjo, Warga Trimulyo, Genuk terpaksa diantar menggunakan perahu BPBD menuju area pemakaman umum Trimulyo Timur...

Warga Semarang Kirim Karangan Bunga untuk Hendi-Ita

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Ribuan karangan bunga berderet menghiasi jalan protokol Kota Semarang. Mulai dari Jalan Pemuda, Imam Bonjol, Piere...

Pandemi, Penerimaan Cukai Rokok Justru Naik 83 Persen

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Di tengah keterpurukan perekonomian akibat pandemi Covid-19, penghasilan cukai hasil tembakau atau rokok justru meningkat. Pada...

Wali Kota Hendi Langsung Fokus Tangani Banjir

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Penanganan banjir menjadi program kerja jangka pendek Wali Kota Semarang Hendrar Pribadi dan Wakil Wali Kota...

Gaet Wisatawan, BPPD Akan Hadirkan Blogger dan Youtuber

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Jawa Tengah mulai menggiatkan pariwisata melalui influencer. Hal tersebut dirasa efektif...

Mahasiswa Masih Kuliah Daring, Bisnis Kos-Kosan Kembang Kempis

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Diberlakukan sistem kuliah daring selama beberapa bulan terakhir membuat para pengusaha kos di sekitar kampus merugi....

Sing Penting Guyub di Downtron

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terus mendorong masyarakat untuk berkesenian melalui...

Kenalkan Kebhinekaan pada Generasi Milenial

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Budaya dan kebhinekaan yang dimiliki bangsa ini perlu dilestarikan. Jangan sampai perkembangan zaman dengan digitalisasinya menggerus...

Menarik

Andrian

Oleh: Dahlan Iskan Saya sudah terlanjur meninggalkan Tainan. Sudah di dalam kereta. Menuju kota Kaoshiung. Kota paling Selatan di Taiwan. Tapi...

Siapkan Pegawai, Pegadaian Antisipasi Era Digital

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Dua tahun berturut-turut, PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) XI Semarang sukses melampaui target. Tahun ini, kesuksesan ini akan...

Setiap Pertemuan hanya Sepertiga dari Jumlah Siswa

RADARSEMARANG.ID, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kendal sedang mempersiapkan sejumlah skenario untuk dimulainya pembelajaran tahun ajaran baru dalam...

Pencari Rongsokan Tewas Tersambar Kereta Barang

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sakimin, 63, warga yang bertempat tinggal di RT 10 RW 1 Kelurahan Tugurejo Kecamatan Tugu ditemukan...

Kenalkan Salatiga lewat Fotografi

RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Memperkenalkan Salatiga melalui gambar. Itulah yang dilakukan Komunitas Fotografi Indonesia (KFI) wilayah Salatiga. "Di sini anggotanya adalah...

Populer

Sembilan PTS di Jateng Direkomendasi Ditutup, Ini Penyebabnya

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sembilan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jateng direkomendasikan ditutup. Selain itu, sebagian lagi ada yang dimerger...