alexametrics

Warga Tuntut Pengembang Perumahan Tanggung Jawab

Rekomendasi

Siswa Difabel Sering Dinomorduakan

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kepala Sekolah Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Semarang Imam Wusono prihatin pada 602 peserta didiknya yang...

Banjir di Jantung Kota Semarang, BPBD: Banyak Sampah yang Menghambat Saluran

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Hujan deras selama kurang lebih dua jam sejak pukul 15.00, menyebabkan belasan ruas jalan di Kota...

Mobil Terobos Banjir Jalan Gajah, Cipratan Air Bikin Kaca Rumah Warga Pecah

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Akses di Jalan Gajah Raya dekat traffic light itu, Kamis (25/2/2021), sengaja ditutup warga Kelurahan Siwalan,...

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Keberadaan proyek perumahan oleh PT Segara Gading, di RT 7/3 Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati, membuat resah warga. Pengembang dinilai tidak memperhatikan dampak lingkungan dari proyeknya tersebut.

Proses pembangunan yang tidak memiliki sistem drainase yang baik, membuat material lumpur dan tanah proyek masuk ke permukiman warga. “Material lumpur dan tanah juga memenuhi got perumahan dan pengembang diam saja. Sehingga saat hujan deras air tidak bisa mengalir lancar dan meluber sampai ke areal permukiman warga,” kata Triyanto, 36, warga RT 7/3 Kelurahan Ngijo, Minggu (17/1/2021).

Pantauan di lokasi, memang pihak pengembang tidak melengkapi saluran air di lahan yang tengah digarap. Apalagi, lahan yang diolah tersebut merupakan kawasan resapan. “Sekarang karena lahan dibuka, tidak ada resapan dan malah air semua masuk ke permukiman,” tandasnya.

Ia bersama warga setempat setiap hari harus berjibaku membersihkan material lumpur di sekitaran hunian mereka. “Karena sistem drainase milik warga juga ditutup oleh pengembang, jadi saat hujan deras air meluber ke mana-mana sampai ke rumah warga. Setiap hari kita membersihkan lumpur endapan dari proyek itu,” ujarnya.

Pihaknya mengaku sudah berkali-kali mencoba berkomunikasi dengan pihak pengembang, namun tidak ada hasilnya.

Hal senada juga dirasakan oleh Adit, 36. Rumahnya yang berada persis di depan proyek juga ikut terdampak. Karena proses perataan dan lahan menggunakan alat berat, dinding rumahnya mulai retak-retak.

Selain itu juga banyak air masuk ke dalam rumah melalui sela-sela tembok ketika debit hujan tinggi. “Air masuk dari sela-sela tembok belakang rumah karena proyeknya persis di belakang rumah saya,” ujarnya.

Sementara ketua RT 7 RW 3 Kelurahan Ngijo, Sugito Candra sudah menyampaikan keluhan warga ke pihak pengembang.“Kita sudah menyampaikan tentang kondisi tersebut supaya mereka bertanggung jawab, tetapi belum ada respon,” kata Sugito.

Dikatakan Sugito, selain itu ternyata pengembang juga melanggar kesepakatan dengan warga. “Salahsatu klausul kesepakatannya, mobilitas kendaraan proyek seharusnya melewati rute yang sudah disepakati bersama,” ujarnya.

Rute tersebut sudah dibuat sendiri oleh pengembang tanpa masuk ke dalam permukiman warga. Namun pada kenyataannya, pengembang tidak menggunakan rute tersebut dan lebih memilih keluar masuk melalui pemukiman warga.“Warga semua protes karena ini bentuk pelanggaran oleh pengembang sendiri,” katanya.

Dijelaskan, melihat klausul perjanjian warga dengan pengembang tertanggal 10 Juli 2020, pengembang juga wajib memberikan kompensasi kepada warga terdampak. Namun, lanjutnya, sampai saat ini tidak ada tanggung jawab apapun. Beberapa warga juga sempat hendak memblokir pengerjaan proyek. Namun berhasil ia cegah, dan meminta warga untuk menyelesaikan dengan jalur perdamaian. “Saya juga tidak menyalahkan warga karena memang sudah geram,” katanya. Warga menuntut adanya kompensasi seperti kesepakatan awal dan rute kendaraan proyek tidak lagi masuk di pemukiman warga.

Sementara itu, Direktur PT Segara Gading belum bisa di konfirmasi. Beberapa pekerja di lapangan saat ditanya tidak tahu menahu perihal perjanjian dan perizinan tersebut. “Kita tidak tahu, ada seperti itu, tahunya kita cuma meratakan lahan saja,” kata pekerja proyek Mulyono.

Untuk diketahui, PT Segara Gading tengah melakukan pembukaan lahan untuk perumahan Graha Citra Gading kedua. Rencananya, lahan tersebut akan berdiri 100 lebih rumah siap huni. Posisi lahan yang hendak dikembangkan persis di belakang permukiman warga RT 7/3 Kelurahan Ngijo. (ewb/zal)

 

Tinggalkan Balasan

Terbaru

BRI Kembali Turunkan Suku Bunga Kredit, Simak Rinciannya!

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA – Pada pertengahan Februari lalu Bank Indonesia kembali menurunkan suku bunga BI 7 Day Reverse Repo Rate sebesar...

Lainnya

Khawatir Digusur, Warga Karangjangkang Minta Perlindungan Wali Kota

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Tak dapat menunjukkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), warga Karangjangkang, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat, mendapat...

Kalau Hujan Deras, Warga Perumahan Bukit Manyaran Permai Waswas dan Tak Bisa Tidur

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Warga Perumahan Bukit Manyaran Permai (BMP) Kelurahan Sadeng, Gunungpati, resah. Sebab, hingga kemarin, bencana longsor di...

Serahkan Kursi Roda ke Paguyuban Peduli Disabilitas, Hendi Ceritakan Pengalaman Retak Tulang Kaki

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) pada Desember 2020 lalu hingga Januari 2021 harus beraktivitas dengan...

Hendi Kaget Jumlah Pompa Berkurang, Ternyata Ini Penyebabnya

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Banjir di Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk, menjadi perhatian khusus Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi). Sehari...

IDI Antisipasi Berkurangnya Jumlah Tenaga Medis

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Semarang menjadikan kasus tenaga medis terpapar Covid-19 sebagai pelajaran. Eskalasi tenaga...

RUU Kesehatan Disahkan, Industri Jamu Terancam Lesu

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Indonesia (GP Jamu) khawatir industri jamu akan lesu jika RUU Kesehatan disahkan. Diperkirakan...

Relokasi SMPN 16 Molor, Hambat Akreditasi

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Relokasi SMPN 16 Semarang yang sampai sekarang masih terkatung-katung akan menjadi agenda prioritas Komisi D DPRD Kota Semarang....

Latih Warga Jaga Kesehatan Gigi

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Universitas Diponegoro (Undip) kembali melaksanakan pelatihan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada kelompok rentan infeksi Covid-19. Yakni dalam...

Menarik

RPH Liar Dapat Warning

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN  – Di Kota Pekalongan ternyata masih banyak kegiatan pemotongan hewan yang dilakukan oleh orang perorangan atau swasta...

Mrotoli, Tersisa 200 Pedagang Eks EmpuTantular di Kanjengan

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pedagang eks Empu Tantular yang menempati relokasi Pasar Kanjengan mulai mrotoli. Dari sekitar 300 pedagang yang...

Pedagang Pasar Tradisional Wajib Melek Digital

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Jawa Tengah mulai menggiatkan sosialisasi digital market kepada para pedagang...

Raih Pin Emas Kapolri, Dapat Hadiah Umrah Kapolres

RADARSEMARAN.ID, Jajaran Polres Magelang patut berbangga hati. Salah satu personel Bhabinkamtibmas Desa Donorojo Polsek Mertoyudan, yakni Aipda Donny Sugiyarto...

Optimalkan Pemahaman Matematika dengan Pembelajaran Inquiry

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran Matematika di sekolah bertujuan untuk membantu siswa dalam berpikir untuk memecahkan masalah sehari-hari yang membutuhkan hitungan. Dalam...

Populer

Sembilan PTS di Jateng Direkomendasi Ditutup, Ini Penyebabnya

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sembilan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jateng direkomendasikan ditutup. Selain itu, sebagian lagi ada yang dimerger...

Kalau Hujan Deras, Warga Perumahan Bukit Manyaran Permai Waswas dan Tak Bisa Tidur

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Warga Perumahan Bukit Manyaran Permai (BMP) Kelurahan Sadeng, Gunungpati, resah. Sebab, hingga kemarin, bencana longsor di...

Beri Hadiah Istri Motor Curian, Pria Ini Dibekuk Polisi

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Perhatian Imam Muakir, 56, kepada istrinya cukup baik. Memberi hadiah sepeda motor. Namun hal itulah yang...

Khawatir Digusur, Warga Karangjangkang Minta Perlindungan Wali Kota

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Tak dapat menunjukkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), warga Karangjangkang, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat, mendapat...

Jadi Sasaran Kesalahan, Lady Ajukan Perpisahan

RADARSEMARANG.ID, Lady Sandi terpaksa meninggalkan rumah. Ia memilih pulang ke rumah orang tuanya setelah kerap cekcok dengan suaminya. Ini...