alexametrics

Tak Pedulikan PPKM, Tiga Tempat Usaha Disegel

Rekomendasi

HRV Hajar APV dan Dua Motor, Seorang Tewas

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kecelakaan melibatkan dua mobil dan dua motor terjadi di Jalan Dr Wahidin, tepatnya di tanjakan Tanah...

Juru Parkir Liar Kota Lama Ditertibkan, Rompi dan Karcis Disita

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang bersama Tim Saber Pungli menggelar razia parkir liar di sejumlah titik...

Rusak Parah, Seperti Ini Kondisi Jembatan Bendosari Semarang

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Jembatan Bendosari yang menghubungkan antara Kelurahan Sadeng dengan Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati Semarang rusak karena diterjang...

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Semarang pada hari pertama Senin (11/1/2021) malam, ternyata masih ditemukan pelaku usaha dan pedagang kaki lima (PKL) yang tidak patuh pada Perwal No. 1 Tahun 2021. Selain itu, juga ditemukan warga yang tidak memakai masker. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang, Satpol PP Jateng, bersama Disporapar Jateng melakukan razia untuk mengawal arahan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Perwal yang dikeluarkan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Sasarannya, wilayah yang menjadi zona merah, yakni Kecamatan Pedurungan.

Berangkat dari Kantor Satpol PP Kota Semarang, petugas gabungan menyisir ke sejumlah tempat hiburan. Selain itu, juga minimarket, swalayan, serta restoran di pusat kota. Ternyata mereka tutup sekitar pukul 19.00 untuk swalayan, dan mal, serta pukul 21.00 untuk resto dan tempat hiburan.

Petugas melanjutkan menyisir ke wilayah Tlogosari. Di sini ditemukan banyak PKL yang belum mematuhi aturan. Juga pertokoan dan rental game online. Dengan tegas, petugas langsung mengangkut bangku, dan meminta agar para pedagang tutup. Selain itu, juga membubarkan pemuda yang nongkrong di warung kucingan.

“Tadi kita juga segel sebuah toko kelontong atau minimarket di Tlogosari. Game online serta toko percetakan yang malanggar jam operasional di mana pukul 22.00 malam belum menutup usaha mereka,”kata Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto.

Petugas langsung meminta karyawan untuk keluar dan menghentikan operasional, kemudian dilakukan pendataan. Agar tidak mengulangi kesalahan, ketiga tempat tadi langsung disegel, dan diberikan surat peringatan. Karyawan pun hanya bisa pasrah, tempat bekerja mereka disegel.

“Jika nekat merusak segel, akan kami denda. Kalau pernah disegel tapi masih ngeyel, izinnya akan ditunjau ulang, dan akan dilakukan penutupan secara permanen,” ancam Fajar.

Salah satu karyawan mengaku kaget dengan tindakan tegas yang dilakukan Satpol PP, dan hanya bisa pasrah, kerena tempatnya bekerja disegel. Menurutnya, toko kelontong atau minimarket tempatnya bekerja tidak mengetahui aturan yang baru untuk tutup pukul 21.00. “Kami nggak tahu, ya hanya bisa pasrah aja,” ucap karyawati toko, Tika.

Sepanjang Jalan Tlogosari, Medoho, dan sekitarnya, petugas tak segan membubarkan kerumunan yang ada di warung-warung. Mereka mengangkut meja, kursi, serta spanduk pedagang, untuk memberikan efek jera. Dalam razia ini, petugas juga menjaring 87 warga di Tlogosari, karena tidak memakai masker, dan langsung mendapatkan hukuman push up.

“Saya kecewa, banyak pelanggar yang tidak memakai masker ini anak-anak muda. Ke depan kami akan gandeng Dinkes untuk melakukan rapid tes,” tegas Fajar.

Dalam waktu dekat, Fajar mengaku bakal kembali melakukan razia dengan menyasar tempat hiburan di Kota Semarang, dan memastikan para pengelola tempat hiburan ini melaksanakan PPKM dengan benar. “Kami akan turun lagi, dan melihat bagaimana tempat hiburan apa masih konsisten melakukan perwal atau tidak. Razia ini bakal kami rutinkan selama PPKM,” katanya.

Kasatpol PP Provinsi Jawa Tengah Budiyanto melihat hasil razia kemarin mengaku prihatin dengan pola hidup masyarakat di masa pandemi yang mulai mengabaikan protokol kesehatan. “Banyak yang pakai masker, namun hanya pakai saja, masih berkerumun juga. Memang pakai masker ini nggak nyaman, namun ini salah satu cara menekan penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Budi menjelaskan, Satpol PP Jateng akan terus melakukan operasi gabungan dan menggandeng  Satpol PP kabupaten/kota di Jateng, serta mengajak unsur TNI dan Polri. Total ada 23 kabupaten/kota di Jateng yang memberlakukan PPKM, serta jam malam. “Sama persis di Kota Semarang pelaksanaannya, kita akan terus menyasar ke sana, dan melakukan kegiatan serupa di 23 kabupaten/kota lainnya,” katanya. (den/aro)

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Saling Berbagi Bersama Anak

RADARSEMARANG.ID - Begitu divonis positif Covid-19, saya langsung memutuskan isolasi mandiri. Berarti dua kali saya menjalaninya. Yang pertama, 28 Maret...

Lainnya

Rusak Parah, Seperti Ini Kondisi Jembatan Bendosari Semarang

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Jembatan Bendosari yang menghubungkan antara Kelurahan Sadeng dengan Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati Semarang rusak karena diterjang...

Warga Tuntut Pengembang Perumahan Tanggung Jawab

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Keberadaan proyek perumahan oleh PT Segara Gading, di RT 7/3 Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati, membuat resah...

Langgar Jam Operasional, Panti Pijat Disegel

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Ancaman Satpol PP Kota Semarang untuk menutup dan menyegel tempat hiburan yang melanggar aturan pemberlakukan pembatasan...

Musim Ubur-Ubur, Nelayan Enggan Melaut

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Ratusan nelayan Tambaklorok, akhir-akhir ini enggan melaut. Selain faktor cuaca juga karena banyak ubur-ubur. “Banyak ubur-ubur yang...

Kemenlu Gandeng Pemkot Semarang Gelar Diplofest

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Diplomacy Festival (Diplofest) yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) akan hadir di Kota Semarang. Menurut...

Hendi Dukung KPK Fokus pada Pencegahan Korupsi

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menandatangani Peraturan Bersama Pendidikan Antikorupsi di Bale Tawang Arum, kompleks Balai...

Hendi Kagetkan Masyarakat, Berorasi lewat Hologram

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Masyarakat Kota Semarang sekitar Jalan Pandanaran dikagetkan dengan munculnya semburan api dari Posko Pemenangan Hendi-Ita Sabtu...

WPS Setujui Besaran Tali Asih

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Para Wanita Pekerja Seks (WPS) Lokalisasi Sunan Kuning telah setuju dengan besaran uang tali asih dari...

Lurah Diminta Ikut Aktif Tertibkan PKL

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Dalam sepekan ini, sedikitnya 50 PKL ditertibkan. Paling banyak di jalan-jalan protokol serta ruang publik kawasan...

Penghuni Lapas Bulu Jalani Tes Urine, Ini Hasilnya

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A (LPP) Semarang mengadakan pemeriksaan tes urine. Sebanyak 40 orang Warga...

Jaringan Sekolah Islam Terpadu Jateng Bareng-Bareng Baca Koran Radar Semarang

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Anggota Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Jawa Tengah bareng-bareng membaca koran Jawa Pos Radar Semarang. Yakni, sebelum pelaksanaan...

Cititrans Lebarkan Sayap ke Jawa Tengah

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Cititrans sebagai penyedia layanan Executive Shuttle, membuka pool baru di kota Semarang, kemarin (16/10). Pembukaan pool...

Menarik

Tingkatkan Prestasi Belajar IPS dengan Model Project Based Learning

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN merupakan kunci pembangunan sumber daya manusia. Kualitas sumber daya manusia merupakan kunci terwujudnya indonesia emas 2045 yang...

Duhh, di Kabupaten Semarang Masih Ada 28.000 Rumah Tak Layak Huni

RADARSEMARANG.ID, UNGARAN - Masih ada 28.000 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Semarang. Untuk mengatasi hal tersebut Pemkab...

Begini Alasan Tim Terpadu Tutup Semua Tempat Karaoke

RADARSEMARANG.ID, DEMAK - Tim terpadu yang terdiri dari Satpol PP, kepolisian dan TNI kembali melakukan penutupan semua tempat karaoke...

Gubernur Ridwan Kamil Ajukan Rp60 Triliun Bangun Jabar 2021

RADARSEMARANG.ID, Jakarta - Gubernur Ridwan Kamil mengajukan anggaran Rp60 triliun kepada pemerintah pusat untuk pembangunan di Jawa Barat pada...

Ancam Tutup Sekolah Tersandung Perundungan

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG,–Kasus perundungan kembali terjadi di Jawa Tengah. Kali ini, di salah satu SMP di Purworejo. Kasus ini mendapat...

Populer

Kelezatan Pecel Keong Mbak Toen Tersiar hingga Malaysia

RADARSEMARANG.ID – Berbicara tentang nasi pecel, mungkin sudah biasa di telinga kita. Tetapi apa jadinya jika nasi pecel yang...
%d blogger menyukai ini: