Batasi Jemaat dalam Peringatan Jit Gwee

147
Klenteng Tay Kak Sie sedang menggelar sembahyang King Hoo Ping secara sederhana di Klenteng Tay Kak Sie Rabu (16/9/2020). (Rifqi Hindami/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Peringatan bulan tujuh tahun Imlek 2571 atau yang kerap disebut Jit Gwee tahun 2020 ini, diperingati sangat sederhana, Rabu (16/9/2020). Seperti biasa, diperingati dengan upacara sembahyang King Hoo Ping dan tradisi pembagian sembako.

Namun karena pandemi Covid-19, acara pembagian sembako yang biasanya disebut acara rebutan, kali ini dilakukan secara bergiliran. Ini dalam rangka menerapkan protokol kesehatan, social distance dan physical distance.

Humas Klenteng Tay Kak Sie Sindoro mengungkapkan, biasanya saat pembagian banyak masyarakat yang antre dan berjubel, bisa selesai dalam setengah hari saja. “Berhubung Covid-19, dibagikan sampai 3 hari secara bergiliran. Ini untuk biar menghindari kerumunan,” kata Sindoro.

Sedangkan ibadah King Hoo Ping, hanya dihadiri oleh beberapa jemaat saja. Ini karena Klenteng Tay Kak Sie melakukan pembatasan jemaat agar tidak menambah klaster penyebaran virus Covid-19.

Dalam sembahyang King Hoo Ping, kata Sindoro, pihak klenteng Tay Kak Sie menyediakan koper untuk ahli waris. Koper tersebut untuk diisi beberapa pakaian dan sejumlah uang yang nantinya dibakar. Hal itu diyakini bisa sampai ke akherat untuk dipakai para arwah tersebut.

“Kami percaya kalau bulan 7 pintu akhirat dibuka. Makanya, kami kirim sandal, baju, sepatu, dan uang. Tahun kemarin sih ada sekitar ratusan koper yang kami bakar. Cuma tahun ini, hanya 55 koper saja yang dibakar,” bebernya.

Kendati begitu, beberapa jemaat bisa melakukan sembahyang King Hoo Ping di rumah masing-masing. Mereka meyakini, apabila didoakan dari rumah, arwah tidak perlu rebutan mendapatkan doa. (mg3/ida/bas)