2021, Fokus Pemulihan Ekonomi

184
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Ketua DPRD Kota Semarang Kadar Lusman menandatangani KUA PPAS APBD 2021, dan keputusan APBD Perubahan 2020 Rabu (16/9/2020). (Adenyar Wycaksono/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang Pemulihan ekonomi setelah terimbas pandemi Covid-19 menjadi fokus utama Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang pada 2021 mendatang. Program sempat tertunda pada 2020 juga mendapatkan perhatian khusus.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, anggaran perubahan tahun ini berkurang Rp 900 miliar. Jumlahnya semula Rp 5,2 triliun menjadi Rp 4,3 triliun.

“Saya rasa bukan hanya Semarang yang berkurang, daerah lain pun sama. Refocusing anggaran yang menitikberatkan kepada penanganan Covid-19 kita lakukan, misalnya pembelian alat medis, alat kesehatan, upaya bansos sembako dan membeli produk dari pelaku UMKM,” katanya usai Penandatanganan KUA PPAS APBD 2021, dan keputusan APBD Perubahan 2020 Rabu (16/9/2020).

Tahun depan, lanjut pria yang akrab disapa Hendi ini, kebajikan pemkot juga tidak melupakan penanganan Covid-19. Selain itu juga melanjutkan program yang tertunda di tahun ini, sesuai dengan rancangan pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

“Penanganan Covid-19 tetap akan kita lanjutkan. Selain pemulihan ekonomi, kami juga berupaya memuliakan kepercayaan masyarakat dengan cara peningkatan belanja daerah dari APBD yang ada,” tambahnya.

Hendi optimis akan ada peningkatan belanja daerah ataupun pendapatan pada tahun 2021 nanti, dari anggaran yang ada sebesar Rp 4,8 triliun.”Syukur-syukur ekonomi bisa membaik dan tembus Rp 5 triliun,” harapnya.

Dari anggaran yang ada, lanjut Hendi, sisanya akan fokus pada pembangunan infrastruktur yang sempat tertunda tahun 2020 ini. Misalnya peningkatan jalan, pembangunan jembatan, pembangunan rumah sakit dan sebagainya. “Sekaligus untuk pembebasan lahan lanjutan program Semarang Outer Ring Road (SORR),”pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Semarang Kadar Lusman mengungkapkan, meski berkurang sebesar Rp 900 miliar, pihaknya mendorong agar Pemkot Semarang bisa memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang sempat tertunda.

“Kita berharap semua pembangunan yang tertunda ini bisa dilanjutkan. DPRD juga masih menganggarkan anggaran penanggulangan Covid-19, meskipun angkanya tidak sebesar tahun ini,” tambahnya. (den/zal/bas)