Sembahyang King Hoo Ping Dilakukan Terbatas

217
Warga Tionghoa Lakukan Sembahyang King Hoo Ping. (Nur Wahidi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, SemarangPuluhan warga Tionghoa Kota Semarang melakukan sembahyang King Hoo Ping di gedung Kong Tik Soe kemarin (14/9/2020). Salah satu doanya adalah  berharap Covid-19 bisa hilang dari bumi Indonesia.

Ketua Yayasan Tjie Lam Tjay Aman Gautama mengatakan, peserta sembayang King Hoo Ping kali ini dibatasi.  Mengingat masih dalam suasana pandemi. “Kalau biasanya yang mengikuti sembayang ini ribuan dan dari berbagai kota dan kabupaten. Tetapi kali ini hanya diikuti oleh warga dan umat serta pengurus saja. Memang dibatasi,” katanya.

Aman menambahkan, setelah melakukan sembayang King Hoo Ping, pihaknya melepas ikan dan belut di sungai di depan gedung Kong Tik Soe. Kemudian esok harinya dilakukan pembakaran replika kapal.

Menurutnya pada bulan 7 Imlek pintu akhirat dibuka. Para arwah diberi kesempatan turun ke dunia. Karena itu untuk menyambut kehadiran mereka pada bulan 7 Imlek, masyarakat diwajibkan melakukan sembahyang pengenangan dan penghormatan bagi leluhur.“Sebelum para arwah kembali ke alamnya, diadakan upacara King Hoo Ping untuk menghormati,” tambahnya. (hid/zal/bas)