Giatkan Literasi di Tengah Pandemi

251
Kepala Disdik Gunawan Saptogiri, Dinas Arsip dan Perpistakaan Sinung Djatmiko Utama saat menerima bantuan perpustaakan digital dari PT Angkasa Pura 1, di Balai Kota Semarang Senin (14/9/2020). (Maftu Laila/ Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pandemi bukan menjadi alasan untuk tidak membaca. Justru memasuki bulan literasi yang diperingati setiap Oktober, Pemerintah Kota Semarang mulai menggiatkan kembali gerakan “Semarang Membaca”.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang Gunawan Saptogiri menuturkan pada pandemi ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memiliki konsep belajar baru. Yakni “Merdeka Belajar”. Untuk beradaptasi dengan hal tersebut, dibutuhkan kesadaran literasi dalam diri siswa. Sebab saat ini mereka dituntut dapat belajar secara mandiri. Dengan memperbanyak pengetahuan melalui membaca.”Saat ini literasi bukan jadi kewajiban. Namun jadi kebutuhan,” ujarnya.

Tidak hanya sekadar membaca, pihaknya pun menekankan para siswa untuk paham apa yang mereka baca. Sebab tujuan literasi tetaplah menambah pengetahuan. Agar siswa dapat mengekspresikan dan membagikan ide pikirannya melalui tulisan. “Jadi hasil bacaan tersebut dapat menambah wawasan kita,” imbuhnhya.

Sementara itu untuk mendukung gerakan literasi, Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang terus meng-upgrade sarana prasarana membaca.

Plt Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang, Sinung Djatmiko Utama menuturkan saat ini Semarang telah memiliki 1.137 perpustakaan di sekolah dan pojok belajar. Serta 191 rumah pintar. Hanya saja saat ini yang aktif hanya 99. Maka dari itu mengandeng semua pihak untuk menggerakan kembali rumah pintar dan perpustakaan yang ada. Sehingga dapat menjadi sarana literasi bagi siswa.

“Dan untuk mengikuti zaman, kami juga sudah mengembabgkan perpustakan digital di berbagai sekolah yang ada di Semarang,” ujarnya.

Tak lupa pihaknya juga mengiatkan kegiatan pengembangan jaringan kemitraan di bidang perpustakaan dengan berbagai pihak. Salah satunya dengan PT Angkasa Pura 1. Senin (14/9/2020) kemarin mereka memberikan bantuan perpustakaan digital berisi buku SD, SMP dan SMA. Serta bantuan dana sejumlah  Rp 82 juta.

“Semoga saja setelah aplikasinya beroperasi, buku digital yang kita serahkan bisa menambah kualitas kader bangsa di Semarang,” ujar General Manager PT Angkasa Pura 1, Mariyanto. (akm/mg10/zal/bas)