Sanksi Tak Pakai Masker mulai Diterapkan

232
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat rapat koordinasi terkait aturan baru sanksi bagi masyarakat yang tak mengenakan masker. (Istimewa)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pemerintah Kota Semarang resmi memberlakukan sanksi bagi masyarakat yang kedapatan tidak menggunakan masker saat melakukan aktivitas di luar rumah. Sanksi akan mulai ditegakkan pada Jumat (14/8/2020).

Adapun sejumlah hukuman akan diberikan bagi para pelanggar. Antara lain berupa teguran lisan, perintah membeli masker, larangan melanjutkan perjalanan, penyitaan identitas diri, hingga sanksi sosial dengan menyapu ruas jalan selama 15 menit atau sepanjang 100 meter.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan, tidak diberlakukannya denda agar tidak menambah beban ekonomi masyarakat.

“Sanksi yang diterapkan bersifat hukuman sosial bukan berupa denda. Poin pentingnya adalah memberikan efek jera bagi para pelanggar yang tidak mengenakan masker, bukan untuk menambah beban ekonomi masyarakat di tengah pandemi ini,” terang Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut.

Lebih lanjut Hendi mengaku, akan tetap maksimalkan patroli pembatasan kegiatan masyarakat. Supaya masyarakat tetap peduli dan sadar  akan bahaya Covid-19.

Selain itu, pihaknya juga berharap ke depan masyarakat bisa semakin paham akan fungsi pemakaian masker untuk melindungi diri sendiri, dan juga lingkungan sekitar dari bahaya persebaran virus Covid-19. Dengan pemahaman tersebut, warga akan dengan sadar dan otomatis menggunakan masker di manapun berada.

Di sisi lain, selain menertibkan pengunaan masker, melalui peraturan terbaru Wali kota Semarang, jam operasional PKL dan usaha non formal yang berada di area terbuka publik akan diatur kembali. Jika sebelumnya jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 22.00, maka dalam peraturan Wali Kota Semarang terbaru akan diperpanjang hingga pukul 23.00. Dengan adanya perpanjangan jam operasional tersebut, diharapkan tidak ada lagi tempat usaha yang melanggar dengan berbagai alasan.

Tak hanya itu, kegiatan yang mengundang massa jika sebelumnya dibatasi maksimal sampai dengan 50 orang, kini dilonggarkan menjadi 100 orang.

“Meskipun ada kelonggaran-kelonggaran, namun saya minta masyarakat agar tetap komit dan taat di dalam menjalankan protokol kesehatan. Kita tunjukkan bahwa warga Kota Semarang disiplin dan mampu bersama-sama menghadapi Covid-19 ini,” tutup Hendi. (nor/aro/bas)