alexametrics


Radarsemarang.id Sudah Terverifikasi Dewan Pers

Rekomendasi

RADARSEMARANG.ID, Kudus – Penggantian nama media online Jawa Pos Radar Semarang tak perlu dilakukan verifikasi lagi. Namun cukup mengirimkan surat ke Dewan Pers perihal penggantian nama radarsemarang.com menjadi radarsemarang.id. Hal itu dikatakan Ketua Komisi Penelitian, Pendataan, dan Ratifikasi Pers, Dewan Pers, Ahmad Djauhar, di sela melakukan verifikasi faktual di kantor redaksi Jawa Pos Radar Kudus, Rabu (12/8/2020).

Menurut Djauhar, media online radarsemarang.com sudah terverifikasi Dewan Pers sejak 2018. Namun pada 2019 dilakukan penggantian nama menjadi radarsemarang.id. “Bikin surat saja ke Dewan Pers, ndak perlu verifikasi lagi. Tenaga kami terbatas. Ini saja antrean permohonan melakukan verifikasi menumpuk,” kata Djauhar didampingi Wakil Ketua Jaringan Media Siber Indonesia Jatim, Kanti Wijoto.

Penanggung Jawab radarsemarang.id Ida Norlayla mengaku sengaja datang menemui Djauhar yang kemarin melakukan verifikasi faktual koran cetak Jawa Pos Radar Kudus dan media online radarkudus.id. Dia datang bersama General Manager Iskandar, Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Semarang Arif Riyanto dan Manager Digital Agus Purwahyudi.

Alhamdulillah kalau tidak perlu verfikasi lagi. Sebenarnya kami sudah mempersiapkan semua berkas dan persyaratan yang dibutuhkan. Setelah ini kami akan membuat surat perubahan nama ke Dewan Pers,” ujar Ida.

Sementara itu, di sela melakukan verifikasi, Djauhar meminta media mainstream tetap survive di tengah pandemi Covid-19. Sebab, kalau media mainstream tutup, akan berbahaya bagi demokrasi di negeri ini. Boleh jadi acuan informasi nanti akan mengarah kepada buzzer.

”Bagaimanapun media mainstream (media cetak, Red) harus tetap hidup di tengah pandemi, entah bagaimana caranya. Kalau kolaps, acuan pemerintah dan masyarakat menengok ke media buzzer,” kata Djauhar.

Pria kelahiran Jepara ini memastikan media baik adalah yang  sudah berbadan hukum secara resmi. Pihaknya mengapresiasi program peningkatan kompetensi wartawan yang diterapkan di lingkungan Jawa Pos Radar Semarang dan Radar Kudus. Djauhar mendorong dalam menciptakan produk jurnalistik tetap konsisten dan berkualitas, sekaligus menerapkan kode etik jurnalistik dalam bertugas.

Direktur Jawa Pos Semarang dan Radar Kudus Baehaqi menyambut hangat kedatangan tim verifikasi dari Dewan Pers tersebut. Ia memaparkan beberapa program penguat perusahaan di tengah masa pandemi Covid-19. Sejak dua bulan lalu, pihaknya menerapkan kelas khusus untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di Jawa Pos Radar Semarang dan Radar Kudus, sekaligus meningkatkan produk jurnalistik.

“Kami setiap pekan menggelar kelas wartawan, kelas redaktur, kelas admin, kelas pemasaran, dan kelas manajer. Tujuannya memacu semangat para karyawan, agar kualitas tidak turun meski di tengah kesulitan ini,” ungkap dia.

Baehaqi juga menegaskan, dua koran yang dipimpinnya akan tetap berjuang hingga kapanpun. Meski diterpa pandemi Covid-19, kata dia, kondisi Jawa Pos Radar Semarang dan Radar Kudus tak terpengaruh.

Alhamdulillah sampai sekarang karyawan Radar Semarang dan Radar Kudus masih menerima gaji tanpa ada pemotongan. Ini memang sudah menjadi tekad bersama kami,” katanya. (gal/zen/aro/bas)

Artikel Menarik Lainnya

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya