alexametrics


Kasus Curanmor Terbanyak dari Wilayah Pati

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Polrestabes Semarang mengamankan 38 tersangka pelaku kejahatan berupa 3C (curat, curas dan curanmor). Selain itu, menyita 21 sepeda motor dan tiga unit mobil. Ternyata, barang bukti terbanyak didapatkan dari daerah Pati.

“Dari sekian kendaraan yang berhasil kami amankan, 21 kendaraan di antaranya dari daerah Pati. Lainnya dari berbagai daerah lain,” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Auliansyah Lubis saat menyampaikan rilis Operasi Sikat Jaran Candi 2020 di Mapolrestabes Semarang, Senin (3/8/2020).

Menurutnya, dari data satu semester pada tahun 2019, kasus curanmor pada tahun 2020 mengalami penurunan sebanyak 25 persen dari 233 kasus menjadi 174 kasus. “Di tahun 2019 itu 9 non TO dan 9 tersangka yang berhasil diungkap. Jadi tahun 2020 ada peningkatan pengungkapan daripada non TO,” katanya.

Kegiatan operasi ini, kata Auliansyah, mendapatkan barang bukti, di antaranya dua senpi, terdiri satu rakitan dan air soft gun. Kemudian, dua blah senjata tajam. Termasuk satu STNK, uang tunai Rp 464 ribu, perhiasan 69 gram, dan handphone 12 unit serta lain-lain ada 40 unit.

“Itu dari daftar barang bukti dari hasil operasi yang kami amankan. Kalau barang bukti mobil, hasil sita dari kasus pembobolan toko sembako. Pelaku beraksi dengan plat nomor palsu,” bebernya.

Keberhasilan pengungkapan ini, Auliansyah berharap dapat menekan angka kejahatan 3C, yakni pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian dengan pemerasan (Curas) dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Bahkan dengan penangkapan ini, tidak ada lagi pelaku kejahatan dan kamtibmas di wilayah hukum Polrestabes Semarang menjadi lebih baik serta aman dan nyaman.

Sementara itu, salah satu tersangka dari Kota Pati mengaku menjual motor hasil curian kepada masyarakat dalam kisaran Rp 2 juta sampai Rp 5 juta. Keuntungan yang diperoleh antara Rp 300 sampai Rp 400 ribu. Yang dijual ada 5 kendaraan. (mha/ida/bas)

Terbaru

Populer