Tarpapar Covid-19, Lima Taruna Akpol Dikarantina

753
Grafis: Ibnu/Jawa Pos Radar Semarang

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sebanyak lima Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) dikarantina di Rumah Sakit Bhayangkara Polda DI Jogjakarta. Sebab, hasil swab mereka dinyatakan positif Covid-19.  Kelima taruna Akpol itu dinyatakan positif setelah Pemerintah DI Jogjakarta mengumumkan penambahan 23 kasus baru Covid-19 pada Kamis (30/7/2020) lalu. Lima di antaranya adalah Taruna Akpol Semarang yang tengah cuti di kampung halamannya di wilayah DI Jogjakarta.

Wakil Gubernur Akpol Brigjen Pol Agus Salim mengaku telah mendapat kabar tersebut. “Ya, benar ada taruna kita terpapar Covid di Jogjakarta. Sudah ada laporan dari Kabid Dokkes Polda DIJ kepada kita,” katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (31/7/2020).

Agus membeberkan, taruna tersebut melakukan swab dengan alasan sudah menjadi ketentuan instansinya. Karena sebelum masuk kembali ke Akpol harus negatif. Sehingga dengan harapan, ketika kembali masuk lingkungan Akpol sudah dalam keadaan steril. “Karena memang dia masuknya tanggal 2 Agustus 2020 nanti. Mereka cuti per tanggal 18 sampai 2 Agustus 2020,” bebernya.

Kelima Taruna Akpol itu berasal dari Bantul, Gunungkidul, dan Jogjakarta. Mereka bersama-sama menjalani swab test di RS Bhayangkara Polda DIJ. Sebelumnya, mereka memeriksakan diri di Laboratorium Prodia, dan datanya masuk Pemerintah Provinsi DIJ.

Dikatakan, sebelum diizinkan cuti, sebanyak 804 Taruna Akpol tingkat II, III dan IV telah menjalani swab test pada 9 dan 10 Juli 2020 lalu. Hal ini dilaksanakan sesuai perintah Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kalemdiklat Polri).

Dalam perintahnya, setiap taruna yang keluar dari lingkungan Akpol atau cuti harus bersih dan steril. Karena itu, sebanyak 804 taruna itu dilakukan swab test oleh petugas Pusdokkes RS Bhayangkara Polri TK I Said Sukanto Jakarta. Hasilnya, semua taruna negatif Covid-19.

“Jadi, tanggal 11 Juli itu taruna tingkat I dan II hasilnya keluar. Kemudian yang tes tanggal 10, keluar tanggal 12 Juli, hasilnya negatif semua. Jadi, mereka keluar pada tanggal 18 Juli itu sudah dibekali surat hasil swab dari PusDokkes Mabes Polri (negatif),” tegasnya.

Agus menyatakan, sangat kurang tepat bila indikasi penularan lima taruna tersebut berasal dari Akpol Semarang. Sebab, semua ketentuan dan protokol kesehatan telah diterapkan, termasuk sebelum mengeluarkan izin cuti terhadap para taruna Akpol.

“Yang kita nyesel yaitu kok seolah-olah kita (penularan Covid-19 di Akpol). Padahal sebenarnya taruna yang melaksanakan cuti sudah kita swab dan keluar dalam keadaan negatif semua,” paparnya.

Terkait kasus ini, Agus melakukan tracing terhadap riwayat kontak dan perjalanan kelima taruna yang positif tersebut. Termasuk juga memintai keterangan orang tua dari kelima taruna yang dinyatakan positif.

“Tadi pagi kita sudah memberangkatkan tim untuk men-tracing kegiatan taruna selama libur kemana saja. Kita tracing mulai dari Akpol, keluar, perjalanan berhenti di mana, makan di mana, dan sebagainya,” bebernya.

Dikatakan, ketika taruna keluar dari lingkungan kampus Akpol sebenarnya bukan tanggung jawabnya. Tapi merupakan tanggung jawab orang tua. “Tapi kita juga punya kewajiban tanggung jawab moral, supaya taruna kita jangan sampai seperti ini,” katanya.

Agus juga menyampaikan, pihaknya telah membuat surat kepada para kapolda untuk minta bantuan, sebelum taruna kembali ke Akpol untuk wajib swab test. Tujuannya, supaya lingkungan kampus Akpol tetap steril.

“Namun apabila ada yang terpapar, kita mohon untuk diisolasi di rumah sakit. Untuk sementara ini (lima taruna) di Rumah Sakit Bhayangkara Polda DI Jogjakarta. Tapi belum diketahui secara pasti dari mana mereka terpapar,” ujarnya.

Seusai ketentuan, kelima taruna tersebut akan menjalani isolasi selama 14 hari. Meski nanti hasilnya sudah negatif, ketika kembali ke Akpol tetap dilakukan protokol Covid.

“Di sini (Akpol Semarang) setiap orang yang masuk atau habis bepergian luar kota minimal sekali kita rapid test. Kalau mencurigakan, langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jateng untuk dilakukan swab,” tegasnya.

“Mulai gerbang masuk Akpol, siapapun kita lakukan pengecekan suhu, wajib pakai masker, ditanya tujuan kemana? Kalau pendatang dari luar, maka kita arahkan untuk rapid dulu,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Agus, selama pandemi Covid-19, para taruna tidak boleh dibezuk keluarga dan tidak boleh keluar kesatrian.

“Sejak Maret sampai sekarang, mereka tidak boleh pesiar, cuti tidak boleh. Menghadiri pernikahan saudara pun tidak boleh, kecuali orang tua meninggal baru kita izinkan,” terangnya.  (mha/aro/bas)