Jaga Ketahanan Pangan dengan Urban Fishing

235
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat menebar benih ikan nila di Polaman, Mijen. (Istimewa)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pemerintah Kota Semarang tak hanya mengembangkan pertanian di area perkotaan. Sektor perikanan juga mulai dilirik. Konsep urban fishing bisa menjaga ketahanan pangan di masa pandemi Covid-19.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi ingin menggerakkan masyarakat untuk menginisiasi urban fishing di lingkungan masing – masing. Pemanfaatan lingkungan perkotaan untuk budidaya ikan akan jadi salah satu hal yang perlu untuk ditumbuhkembangkan. Apalagi konsumsi makan ikan di Indonesia baru sebesar 33,3 kg setiap tahunnya. Angka ini masih tergolong sangat rendah jika dibandingkan negara lain. “Maka konsumsi ikan harus kita dorong, karena dapat mengatasi stunting, serta meningkatkan kecerdasan,” ujar Hendi kepada Jawa Pos Radar Semarang.

meskipun pemanfaatan pesisir untuk budidaya ikan menjadi salah satu yang harus didorong, namun budidaya ikan tawar di wilayah perkotaan justu akan menjadi fokus utama. Contohnya Mijen yang notabene jauh dari laut, justru dapat menghasilkan ikan nila dan ikan tawar lainnya. Di Pedurungan juga seperti itu. Ada budidaya ikan lele yang sangat produktif untuk ekonomi kerakyatan. “Maka dilihat dari sisi ekonomi, urban fishing juga dapat dimanfaatkan jadi salah satu solusi di masa pandemi Covid-19,” jelasnya.

Hendi pun menekankan bahwa urban fishing dapat meningkatkan ekonomi keluarga. Ikan yang diperoleh bisa untuk konsumsi keluarga atau dijual ke tetangga dan kerabat. Jika urban fishing ini  terus dilakukan besar harapannya ekonomi dapat tumbuh dengan baik. (nor/ton/bas)