Dipangkas Rp 180 M, Anggaran DPU Tersisa Rp 125 M

226
Grafis: Ibnu/Jawa Pos Radar Semarang

RADARSEMARANG.ID, Semarang Akibat pandemi Covid-19, anggaran semua dinas di Pemkot Semarang dipangkas. Termasuk anggaran Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Pada 2020 ini, sedianya DPU memiliki anggaran kurang lebih Rp 305 miliar untuk beberapa pembangunan infrastruktur. Namun akibat pandemi Covid-19, anggaran yang ada dipangkas hingga tersisa Rp 125 miliar. Akibatnya, dinas terpaksa menunda sejumlah proyek yang sudah direncanakan, dan lebih fokus pada pemeliharaan infrastruktur.

“Ada pembangunan yang tertunda, kerena tahun ini fokusnya adalah pemeliharaan infrastruktur, yakni jalan dan saluran,” kata Kepala DPU Kota Semarang Sih Rianung saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (14/7/2020).

Beberapa proyek yang ditunda, lanjut Rianung, di antaranya penataan saluran kawasan Simpang Lima, peningkatan saluran Jalan Gatot Subroto, pembangunan Jembatan Kaca Tinjomoyo, pembangunan embung, serta beberapa proyek lainnya. “Nanti akan diajukan lagi tahun 2021 mendatang,” ujarnya.

Untuk proyek yang tetap berjalan atau menjadi skala prioritas adalah pembangunan dan peningkatan Jalan Sriwijaya. Total anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 1,5 miliar, dengan sistem swakelola.

Menurut dia, pembangunan tetap dilanjutkan karena telah masuk tahapan pembuatan lapisan dasar jalan atau fondasi, setelah dilakukan penataan lahan.

“Kalau tidak dilanjutkan malah akan rusak, minimal dengan anggaran sisa ini bisa dilakukan pengaspalan pada anggaran perubahan. Penataan trotoar, street furniture dan sebagainya akan diajukan tahun depan,” bebernya.

Ia menjelaskan, pembangunan yang tetap dilanjutkan untuk Jalan Sriwijaya ini lantaran memiliki harapan bisa mengangkat perkonomian kawasan sekitar. Terlebih di jalan ini terdapat aset milik Pemerintah Kota Semarang, yakni eks Wonderia yang sedang ditawarkan kepada investor.

“Kami berharap proyek tersebut akan selesai akhir tahun 2021 mendatang, dan bisa mengangkat perekonomian,” harapnya.

Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang Rukiyanto menegaskan, tahun ini memang banyak anggaran di dinas teknis yang dirasionalisasi atau dipangkas untuk penanganan Covid-19. “Jika program pembangunan memang mendesak, bisa dianggarkan pada anggaran perubahan,” katanya.

Ia mencontohkan, khusus untuk DPU, anggaran yang mendesak adalah pengadaan bahan bakar rumah pompa untuk mengendalikan banjir dan rob di Kota Semarang. “Saat ini kan memasuki perubahan musim. Banjir yang sebelumnya tertangani, bisa kembali terjadi ketika musim penghujan kalau tidak diantisipasi dengan penyediaan anggaran,” ujarnya. (den/aro/bas)
















Tinggalkan Balasan