Tenaga Kesehatan Butuh Jaminan Perlindungan

Grafis: Ibnu/Jawa Pos Radar Semarang

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Berita duka kembali menyelimuti dunia kedokteran di Kota Semarang. Dokter H. Ahmadi Nur Huda, Sp.KJ yang selama ini menangani langsung pasien Covid-19 di RSUD KRMT Wongsonegoro (RSWN) menghembuskan napas terakhir pada Jumat (10/7/2020) pagi. Dokter Ahmadi meninggal karena Covid-19 dengan penyakit penyerta atau komorbid gula (diabetes). Selain menjadi dokter mitra di RSWN, dokter yang pernah menjadi Ketua GP Ansor Kota Semarang (1998-2002) ini juga menjabat Manajer Klinik Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Adik ipar korban, Said Muhtar, mengatakan, dr Ahmadi meninggal Jumat sekitar pukul 06.45 pagi. Jenazahnya langsung dikebumikan di Pemakaman Kuncen, Pintu Air Blancir, Semarang (10/7/2020). Jenazah Ahmadi sempat dilepas oleh para tenaga kesehatan mulai depan kamar jenazah RSWN hingga pintu keluar.

Said yang juga dosen Fakultas Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia ini sempat menulis status meninggalnya sang kakak ipar di akun Facebook-nya setelah salat Jumat (10/7/2020) kemarin. ”Hari Jumat, kakakku gugur karena berjuang melawan Covid-19. Mas Madi biasa aku memanggilnya. Seorang dokter yang juga pengasuh Pesantren Tahfidzul Quran Manbaul Barokah, Penggaron Kidul, Kota Semarang. Telah gugur karena merawat orang yang terkena Covid,” kata Said Muhtar.

Said menyatakan, meskipun seorang dokter, kakaknya juga pernah menjadi Ketua GP Ansor Kota Semarang. ”Saya bangga mempunyai kakak seperti dia. Alfatihah,” lanjutnya.

Direktur Utama RSUD KRMT Wongsonegoro dr Susi Herawati menjelaskan, sebelum meninggal, dr Ahmadi sempat dirawat selama dua minggu di rumah sakit yang dipimpinnya. “Iya, sempat dirawat dua minggu, tapi keadaannya terus memburuk hingga akhirnya beliau wafat,” ungkapnya.

Dokter Ahmadi merupakan dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) yang kemudian menjadi dokter mitra di RSWN. Artinya, ia menangani pasien RSWN hanya ketika dibutuhkan saja.

Sepeninggal dr Ahmadi, kini sang istri sedang dirawat di rumah sakit dengan status pneumonia. Selain itu, sang anak juga tengah menjalani isolasi mandiri.

Dengan demikian, saat ini sudah tiga dokter di Kota Semarang yang meninggal akibat Covid-19. Sebelumnya, dua dokter anggota IDI Semarang yang meninggal karena positif Covid-19, yakni dr Sang Aji Aneswara yang berdinas di Puskesmas Karanganyar Tugu serta dr Elianna Widiastuti yang berstatus sebagai dokter di Puskesmas Halmahera.

Meninggalnya tiga dokter akibat Covid-19 tersebut membuat Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Elang Sumambar berharap kepada pemerintah supaya mengadakan jaminan perlindungan dokter dan tenaga kesehatan (nakes) lainnya dengan melakukan pemeriksaan berskala. “Adakan perlindungan melalui pemeriksaan berkala bagi teman-teman nakes karena ini sangat penting,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Selain itu, ia juga mengimbau agar dokter-dokter yang berusia lebih dari 55 tahun serta dokter-dokter yang memiliki penyakit bawaan supaya tidak memaksakan diri untuk menangani pasien Covid-19.

“Harapan saya ke depan, kepada para dokter yang usianya 55 tahun ke atas dengan adanya komorbid, seperti jantung, hipertensi, gula, dan lain-lainnya itu sebaiknya cooling down dulu. Karena ini menyangkut kebijakan yang luas,” katanya.

Sebelumnya, dua dokter bersaudara telah gugur lebih dulu saat berjuang melawan Covid-19. Mereka adalah dr Sang Aji Widi Aneswara dan dr Elianna Widiastuti. Dokter Elianna yang bertugas di Puskesmas Halmahera Semarang Timur berpulang lebih dulu usai dirawat di RS Roemani Semarang pada Minggu (28/6/2020).

“Awalnya dr Elianna sempat mengeluh sakit usai pemakaman ayahnya yang lebih dulu wafat pada Minggu pagi. Langsung siangnya dibawa ke rumah sakit Roemani, lalu meninggal dunia,” jelas dr Elang.

Setelah ditelusuri dalam keluarganya diketahui adiknya, dr Sang Aji bertugas di Puskesmas Karanganyar, Tugu dan keluarganya terkonfirmasi positif Covid-19. “Anak dan istrinya juga positif setelah di-tracing. Dr Sang Aji masuk rumah sakit pada 1 Juli 2020. Dinyatakan meninggal pada Senin 6 Juli 2020. Usai dirawat di RSUD KRMT Wongsonegoro,” ungkapnya.

Elang menjelaskan, dr Sang Aji juga pernah bertugas menangani pasien Covid-19 di rumah dinas Wali Kota Semarang. “Dr Sang Aji usianya masih muda sekitar 31 tahun. Dia juga pernah diperbantukan sebagai relawan untuk penanganan Covid-19 di rumdin Wali Kota Semarang,” katanya. Jenazahnya, kata dia langsung dikebumikan di pemakaman Madinah Memorial Park Ungaran dengan prosedur Covid-19. (nor/aro/bas)





Tinggalkan Balasan