Kebut Penyaluran BST Tahap Tiga

Warga saat antre pencairan Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap ketiga di Kantor Pos Bongsari, Jalan Pamularsih Semarang, (10/7/2020). (Nur Chamim / Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap ketiga dikebut. PT Pos Indonesia sebagai penyalur bantuan Rp 600 ribu per bulan ini menargetkan 15 Juli bakal rampung.

Kepala Kantor Pos Cabang Semarang Mujiyono menegaskan, bantuan sosial dari Kemensos RI ini diperuntukkan bagi masyarakat terdampak pandemi Covid-19. Jumlah warga Kota Semarang yang mendapat BST sebanyak 103.058 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Bantuan dari Kemensos untuk bulan April, Mei, dan Juni. Rentang tiga bulan berturut-turut. Tahap ketiga ini sudah dimulai sejak 6 Juli. Target kami, 15 juli rampung,”tegas Muji, sapaan akrabnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (10/7).

Dikatakan Muji, proses penyaluran saat ini sudah mencapai 52 persen. Artinya, sudah sekitar 56 ribuan warga Semarang yang menerima bantuan. Untuk pencairan, warga bisa melakukannya di beberapa titik.

“Jadi, tidak hanya di kantor pos saja. Bisa di kantor kelurahan dan kecamatan. Sehingga penyaluran cepat selesai. Semoga 15 Juli sudah bisa 95 persen,” harapnya.

Sementara itu, postur Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) untuk wilayah Jawa Tengah pada semester 1 tahun 2020 telah dikoreksi cukup dalam. Terbesar dialokasikan untuk belanja bantuan sosial (bansos) yang disalurkan langsung oleh pemerintah pusat ke Jateng maupun daerah lain.

“Belanja bansos dioptimalkan untuk jaring pengaman sosial. Untuk program bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat dialokasikan dan disalurkan langsung oleh pemerintah pusat,” kata Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jawa Tengah Sulaimansyah dalam rilis APBN Jawa Tengah Semester I Tahun 2020 secara daring, kemarin (8/7/2020).

Acara tersebut menghadirkan narasumber lainnya, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah I Suparno, Kanwil DJP Jawa Tengah II yang diwakili, Kepala Kanwil Bea Cukai Jawa Tengah -DIJ Padmoyo Tri Wikanto, dan Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Jawa Tengah -DIJ.

Dikatakan, belanja bansos tersebut meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Kartu Prakerja, dan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Realisasi Program Keluarga Harapan (PKH) per kabupaten/kota per 30 Juni 2020 sebesar Rp 3,383 triliun yang disalurkan kepada 9.036.021 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penerima terbesar di Kabupaten Brebes sebesar Rp 278,091 miliar untuk 722.082 KPM, terbesar kedua Kabupaten Banyumas dengan nilai Rp 211,730 miliar untuk 561.687 KPM.

“Terkecil Kota Magelang hanya menerima Rp 7,381 miliar untuk 19.188 KPM dan terkecil kedua Kota Semarang hanya menerima Rp 8,150 miliar dengan 20.728 KPM,” katanya.

Sedangkan realisasi Program Kartu Sembako per kabupaten/kota, sebesar Rp 3,821 triliun untuk 20.401.607 KPM. Penerima terbesar masyarakat Kabupaten Brebes juga sebanyak 1.562.417 KPM dengan nilai Rp 290,407 miliar. Terbesar kedua, Kabupaten Banyumas senilai Rp 215,286 miliar untuk 1.146.747 KPM. Dan terkecil Kota Salatiga hanya 44.489 KPM dengan nilai Rp 8,339 miliar. Terkecil kedua, Kota Magelang dengan 53.060 PKM dengan nilai Rp 10,016 miliar.

Ditambahkan, untuk sebaran peserta Kartu Prakerja di Jawa Tengah dinilai masih minim. Hingga 9 Juni, baru 51.129 orang yang menjadi penerima manfaat.  Sedangkan realisasi Belanja Bansos Tunai per kabupaten/kota per 29 Juni 2020, totalnya 3.725.149 KPM dengan nilai Rp 2,235 triliun. Penerima manfaat terbesar justru dari Kota Semarang sebanyak 339.570 KPM dengan nilai Rp 203,742 miliar. Terbesar kedua Kabupaten Klaten sebanyak 243.041 KPM dengan nilai Rp 145,824 miliar.

“Terkecil Kota Magelang hanya 24.571 KPM dengan nilai Rp 14,742 miliar dan Kabupaten Kudus sebesar 31.084 KPM dengan nilai Rp 18,650 miliar,” bebernya. (avi/ida/aro/bas)

 





Tinggalkan Balasan