54 Tempat Hiburan dan Objek Wisata Kantongi Izin Beroperasi

351

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Setelah tiga bulan lebih ditutup, sebanyak 54 tempat hiburan dan objek wisata di Kota Semarang diizinkan beroperasi kembali oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang. Yang terbaru, Disbudpar memberikan rekomendasi pembukaan kembali Museum Lawang Sewu bagi para wisatawan memasuki new normal ini. Meski begitu, jumlah pengunjung gedung tua ini masih dibatasi.

Untuk memastikan kesiapan dari pengelola Museum Lawang Sewu, Kamis (9/7/2020), Kepala Disbudpar Kota Semarang Indriyasari melakukan pengecekan protokol kesehatan secara langsung. “Kita tadi melihat pintu masuk dan keluar sudah dibedakan. Pembayaran non tunai pun sudah ada. Protokol kesehatan, penataan tenant dan jarak antrian juga sudah diatur. Hari ini (9/7/2020) langsung akan saya tandatangani (rekomendasi), dan boleh buka,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Kepala dinas yang akrab disapa Iin ini menjelaskan, meski dibuka, pembatasan pengunjung tetap harus dilakukan, yakni 50 persen dari kapasitas pengunjung atau sekitar 3.000 pengunjung. “Tetap ada pembatasan, kita tadi juga lihat petugas sudah siap untuk mengatur jika ada pengunjung yang berkerumun,” tuturnya.

Disinggung jumlah rekomendasi yang sudah dikeluarkan oleh Disbudpar, Iin menjelaskan sudah ada 134 tempat hiburan maupun objek wisata yang mengajukan izin beroperasi saat new normal ini. Namun per Kamis (9/7/2020),  jumlah rekomendasi yang dikeluarkan baru sekitar 54 tempat.“Selain Lawang Sewu, ada Grand Maerakaca, Sam Poo Kong, dan Kampung Jawi. Sisanya tempat hiburan seperti spa, karaoke dan lainnya,” bebernya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Semarang tetap melakukan pengawasan kepada tempat hiburan dan objek wisata yang buka. Misalnya, penerpan protokol kesehatan dan jam operasional. Jika melanggar, dinas tak segan mencabut rekomendasi yang sudah diberikan.

“Tetap dilakukan pengawasan. Misalnya tempat karaoke, kemarin kita berikan teguran lisan ataupun tertulis, jika masih bandel akan dilakukan penutupan,” tegasnya.

Direktur Utama PT KA Pariwisata Totok Suryono menyampaikan, sebelum pembukaan kembali atau re-opening objek wisata Museum Lawang Sewu, persiapan sarana prasana telah dilakukan. Misalnya, penyediaan pos kesehatan dan lainnya.

“Kami siapkan fasilitas untuk tempat cuci tangan, hand sanitizer, thermogun, jaga jarak, serta penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sesuai protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah,” jelasnya.

Ia mengatakan, PT KA Pariwisata bersama Dinas Kesehatan Kota Semarang juga telah melakukan sosialisasi protokol kesehatan new normal kepada para petugas di Museum Lawang Sewu.

“Kami lakukan penataan ulang, tujuannya adalah memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengunjung saat nanti berwisata, seperti melakukan protokol kesehatan,” paparnya. (den/aro/bas)





Tinggalkan Balasan