Optimistis SPAM Rampung Mei 2021

303
Komisi B DPRD Kota Semarang yang dipimpin Ketua Komisi Joko Susilo melihat progres pembangunan proyek SPAM Semarang Barat (8/7/2020). (Adennyar Wycaksono/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat saat ini sudah mencapai 42 persen.

Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Teknis (Dirtek) PDAM Tirta Moedal, Kumbino mengatakan, proges pembangunan saat ini telah menyelesaikan reservoir, tempat pengolahan air, dan mengerjakan bangunan pelengkap yakni kantor SPAM Semarang Barat.

“Targetnya Mei 2021 nanti selesai, pemasangan pipa juga sudah dilakukan diantaranya di Jalan Abdulrahman Saleh dan Jalan Untung Suropati,” katanya Selasa (7/7/2020).

Pekerjaan reservoir lanjut dia juga sedang dalam progres penyelesaian dan dilakukan di Manyaran serta Ndesel Gunungpati. Pihaknya optimistis proyek tersebut akan selesai tepat waktu.”Optimisme Mei mendatang akan bisa selesai jika melihat progresnya saat ini,” jelasnya.

Ditanya terkait kendala pembangunan, Kumbino mengaku tidak ada kendala yang berarti dalam proses pembangunan. Bahkan ia mengklaim progres yang saat ini dilakukan telah melebihi target.”Tidak ada kendala. Pengerjaan saat ini melebihi target. Ada plus 22 persen. Mudah-mudahan seterusnya bisa seperti ini,” ujarnya.

Proyek SPAM Semarang Barat, lanjut dia, bisa mencukupi kebutuhan air bersih di tiga kecamatan yakni Semarang Barat, Tugu dan Ngaliyan. Selain itu bisa mengkover sekitar 60 ribu kepala keluarga dengan kapasitas 1.000 liter per detik.

Menurut informasi yang dihimpun, mega proyek ini menelan biaya sebesar Rp 1,3 triliun, diantaranya menggunakan dana investasi sebesar Rp 480 miliar, dana Pemerintah Pusat sekitar Rp 400 miliar, dan sisanya menggunakan dana Pemkot Semarang dan PDAM Tirta Moedal.

Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Joko Susilo mengapresiasi progress pembangunan yang telah melebihi target. Dirinya pun yakin jika mega proyek tersebut bisa selesai tepat waktu yakni Mei 2021 mendatang.

“Kalau catatan pasti ada, kita minta kualitas pembangunan harus sesuai spesifikasi. Jangan sampai dibiayai anggaran yang besar, jaringan pipa jebol terus ngulangi lagi. Ini akan menghabiskan anggaran,” jelasnya. (den/bas)





Tinggalkan Balasan