Asap Pembakaran Sisa Pakan Ternak Bikin Resah

141
Pemerintahan Kecamatan Tembalang menggelar mediasi untuk menyelesaikan permasalahan warga Kelurahan Bulusan dan Kramas dengan peternak kambing, kemarin (30/6/2020). (Nurwahidi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Puluhan warga Kelurahan Bulusan dan Kramas, Kecamatan Tembalang Kota Semarang melakukan protes atas pembakaran sisa pakan ternak kambing di wilayah mereka. Pemerintah Kecamatan Tembalang menggelar mediasi warga dengan kelompok peternak kambing di kantor kecamatan, Selasa (30/6/2020).

Mereka yang terdampak adalah warga Perum Bukit Cemara Residence (BCR), Perum Bulusan Continental Residence (Buconres) dan Bukit Cemara Hijau. Pertemuan juga dikuti Lurah Bulusan Slamet Raharjo, Lurah Kramas Bambang Sularso dan Sekcam Tembalang Nur Fatoni.

Ketua RT 5 RW V Kelurahan Bulusan Eko Supriyatno mengatakan, selama ini warganya mengeluhkan asap pembakaran limbah ternak yang mengganggu pernafasan. Pasalnya, lokasi peternakan tersebut bersebelahan langsung dengan perumahan. “Bahkan beberapa hari yang lalu sangat parah sekali, karena asap pembakaran sisa makanan kambing itu sampai masuk ke rumah warga dan yang merasakan banyak sekali,” katanya.

Warga mendesak peternak untuk menghentikan pembakaran. Pasalnya polusi yang dihasilkan bisa membahayakan warga. “Jadi asapnya itu bisa menyebabkan Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA). Sehingga warga harus melawan dua ancaman penyakit yakni Covid dan ISPA,” tambahnya.

Perwakilan kelompok peternak Kasmiran mengaku sudah mengurangi intensitas pembakaran setelah mendapat imbauan dari pihak kelurahan. Pembakaran selama ini dilakukan untuk mengusir nyamuk. “Kami itu tidak sengaja kalau asapnya sampai masuk ke perumahan. Bahkan petani juga sering, bahkan saya sendiri biasanya ikut mengingatkan mereka (petani),” akunya.

Sekretaris Kecamatan Tembalang Nur Fatoni mengatakan agar semua pihak bisa saling memahami. Bahkan usai pertemuan ini peternak tidak boleh melakukan pembakaran lagi, dengan alasan apapun.  “Untuk sisa-sisa makanan ternak yang biasanya dibakar, ke depan dapat diolah menjadi pupuk, justru ini lebih bermanfaat, sekaligus mengurangi polusi,” katanya. (hid/ton/bas) 





Tinggalkan Balasan