Gerhana Matahari Cincin di Semarang Terlihat 0.1 Persen

280
Petugas BMKG Stasiun Klimatologi Klas 1 Semarang bersama sejumlah pihak melakukan pengamatan Gerhana Matahari Cincin di Menara Alhusna MAJT (21/6/2020). Fenomena GMC terlihat 0,1 persen. (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Fenomena Gerhana Matahari Cincin (GMC) Minggu (21/6/2020) bisa dilihat dari Kota Semarang. Pengamatan dilakukan BMKG Stasiun Klimatologi Klas I Semarang bersama perwakilan NU, dan Muhammadiyah di menara Al Husnah Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Pemantauan GMC dilakukan sejak pukul 14.00, dengan menggunakan teleskop yang dipadukan dengan kamera foto kemudian disambungkan dengan laptop. Agar gambar bisa dilihat tanpa harus bergantian meneropong.  Sejumlah warga terlihat penasaran dengan fenomena alam tersebut. Usai salat asar juga digelar salat gerhana.

Bidang analisis geopotensial dan tanda waktu BMKG pusat, Dr Suaidi Ahadi mengatakan, di Semarang mendapatkan visual gerhana matahari sebagian dengan visual 20 menit dan GMC itu sendiri dapat dilihat 0.1 persen.

“GMC yang dilihat dari menara MAJT seperti sentuhan antara piringan matahari dan piringan bulan. Di Kota Semarang tetapi bisa melihat walaupun kondisi berawan,” katanya.

Suaidi mengaku di Indonesia, BMKG melakukan pengamatan di 19 titik. Mulai dari Papua sampai Aceh. Fenomena GMC ini secara periodik di mana posisi matahari, bulan dan bumi sejajar.

“Dalam lokasi yang sama GMC ini terjadi secara periodik, yakni 300 tahun. Tetapi perioditas gerhana matahari itu di dunia setahun bisa satu kali, tetapi berbeda-beda lokasinya,” tambahnya.

Kepala BMKG Stasion Klimatologi klas 1 Semarang, Tuban Wiyoso mengatakan, fenomena GMC ini akan dicatat sebagai peristiwa yang terjadi di Semarang.

Dosen Ilmu Falak UIN Walisongo Semarang, Ahmad Izzudin mengatakan, pengamatan bersama ini merupakan kerja sama yang baik. Harapannya data ini menjadi bukti verifikasi pergerakan matahari, apakah sesuai dengan hitungan yang selama ini dilakukan.

“Tadi dinyatakan hanya 20 menit dan terlihat 0,1 persen. Bertepatan peristiwa GMC juga di dalam masjid digelar salat gerhana,” katanya. (hid/zal/bas)





Tinggalkan Balasan