Pasar Kobong Kembali Dibuka, Protokol Kesehatan Belum Berjalan Baik

278
Seorang pedagang saat memilah ikan bandeng di Pasar Kobong Semarang. (Ida Fadilah/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pasar Rejomulyo atau yang lebih dikenal dengan Pasar Kobong Semarang kembali dibuka. Setelah sepekan ditutup karena ditemukannya klaster baru Covid-19 pada pedagang. Meski begitu, protokol kesehatan belum dijalankan dengan baik.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, pasar ikan tersebut sudah beroperasi seperti biasa. Mobil-mobil pengangkut dan truk berjejer rapi mengantre untuk melakukan dropping ikan. Tong-tong dan bak ember berisi ikan juga penuh. Pedagang maupun pembeli berlalu-lalang. Beberapa mengenakan masker, banyak di antaranya tidak. Garis polisi yang sebelumnya dipasang juga sudah tidak ada. Pengaturan jarak antar pedagang juga tidak dilakukan.

Diberitakan sebelumnya, pasar ini ditutup sementara selama enam hari terhitung sejak 23 Mei lalu. Hal itu dilakukan setelah ditemukan klaster baru kasus Covid-19 yang berasal dari pedagang.

Salah satu pedagang asal Kaligawe, Uplik mengatakan harus kembali jualan karena tabungannya sudah menipis. Perihal ketakutan terhadap virus ini, ia mengaku semua sudah ditakdirkan Sang Kuasa. “Tabungannya sudah habis jadi jualan lagi. Kalau masalah korona itu ya gimana ya, rejeki dan maut sudah di atur,” ujarnya di sela memilah ikan bandeng Senin (1/6/2020) sore.

Tak heran, efek dari korona mengakibatkan pendapatannya menurun 55 persen. Terlebih ditambah dengan klaster baru di pasar tersebut.

Sementara itu, salah satu pembeli Aniyah mengaku tidak takut membeli ikan di Pasar Rejomulyo, meski ada kasus korona di pasar tersebut. “Ketakutan juga ada, tapi mau bagaimana lagi. Yang penting pakai masker dan langsung cuci tangan,” ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fravarta Sadman menegaskan, Pasar Rejomulyo memang telah dibuka kembali. Jam operasional masih sama dengan sebelumnya. Akan tetapi protokol kesehatan tetap dilakukan untuk mengantisipasi penularan korona.”Jamnya tetap. Wajib pakai masker baik pedagang maupun pembeli. Tetap jaga jarak,” tegasnya. (ifa/zal/bas)





Tinggalkan Balasan