Klaster Baru di Semarang Muncul dari Pasar dan Lembaga Pendidikan

PKM Diperpanjang 14 Hari

357

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Masa Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Semarang diperpanjang 14 hari kedepan. Keputusan ini diambil karena ditemukan klaster baru pasien positif Covid-19 di Semarang sebanyak 17 orang.

Sebelumnya PKM diberlakukan sejak 27 April dan akan berakhir pada 24 Mei 2020, Kamis (21/5/2020) malam. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi memutuskan menambah masa PKM mulai 25 Mei sampai 7 Juni mendatang.

“Evaluasi dari PKM 4 pekan lalu sempat ada penurunan. Namun dua hari terakhir malah bertambah 17 orang yang positif,” katanya usai rapat Forkopimda Kota Semarang di Kodim 0733/BS Semarang, Kamis (21/5/2020) malam.

Klaster baru ini, lanjut pria yang akrab disapa Hendi ditemukan setelah dilakukan rapid test dan swab test yang hasilnya reaktif. Ia menjelaskan klaster yang menambah jumlah positif korona di Semarang berasal dari pasar, dan satu lembaga pendidikan non umum yang ada di Kota Semarang. “Kita ingin menjaga dan memutus mata rantai penyebaran korona di Semarang,” tegasnya.

Diperpanjangnya PKM, Satuan Gugus Tugas Covid-19 di Semarang akan terus memutus mata rantai penyebaran. Misalnya saja dengan meningkatkan patroli dari unsur Pemkot, TNI dan Polri 16 kecamatan dan 177 kelurahan termasuk di pos penjagaan perbatasan serta di tengah kota.”Akan kita perketat lagi, dari sisi penjagaan agar tidak ada gerombolan. Dua hari ini masyarakat seakan lupa dengan korona” keluhannya.

Meski diperpanjang, Hendi menjelaskan jika pedagang kaki lima yang biasanya harus tutup pada pukul 20.00, selama perpanjangan PKM diberikan kelonggaran tutup sampai pukul 21.00 termasuk untuk pasar modern dan mal.

“Kami belum berani melepas total, beberapa hari ini masyarakat  cukup banyak di jalanan, di mal, atau di pasar hanya untuk persiapan Lebaran. Padahal kita sudah menyampaikan, salat Idul Fitri dilakukan di rumah, tidak ada anjang sana ataupun open house,” tegasnya.

Pemkot bersama TNI-Polri, lanjut dia, akan meningkatkan antisipasi terhadap kendaran dari luar kota yang masuk dari pos-pos perbatasan Kota Semarang. Selain itu juga menyasar mal atupun pasar yang masih banyak kerumunan, termasuk para tenaga migran yang beberapa waktu belakangan ini mulai berdatangan masuk Kota Semarang.

“Kunci utamanya adalah disiplin penerapan protokol kesehatan. Nanti jika dilakukan swab test dan hasilnya ada yang reaktif maka malnya kita tutup. Pasar pun sama. Termasuk juga di pariwisata kita minta untuk bersabar dulu untuk tidak buka dulu,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Auliansyah Lubis menegaskan tetap akan melakukan pengetatan di jalur masuk ke Semarang dan siap mengembalikan pendatang yang masuk ke Kota Semarang dalam rangka mudik. “Khususnya pada pos penyekatan di Kalikangkung, Mangkang, Banyumanik dan Pedurungan atau Plamongan, tetap kita lakukan sesuai dengan prosedur awal, kecuali ada yang memiliki dokumen sesuai ketentuan Menhub,” tambahnya. (den/bas)





Tinggalkan Balasan