Tetap Khusyuk Ikuti Misa Online

Keluarga Maria Sinduwara mengikuti misa online bersama keluarga (20/5/2020).

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Umat Kristiani menyambut perayaan Kenaikan Isa Almasih, Kamis (21/5/2020). Namun ibadah Ekaristi saat ini berbeda dari tahun lalu. Saat pandemi Covid-19, misa Kenaikan Isa Almasih digelar lewat live streaming.

Seperti yang dilakukan keluarga Maria Sinduwara, warga Plamongan Indah, Pedurungan, Semarang. Mereka mengikuti misa online dengan khusyuk di rumah. Dua lilin dinyalakan di atas meja. Maria dan keluarganya duduk lesehan sambil menyimak khotbah yang disampaikan Romo Gereja Katedral Keuskupan Agung Semarang lewat layar LED.

“Biasanya ketika misa kebangkitan Yesus ini, usai misa pergi ziarah ke Goa Maria terdekat. Tapi, sekarang cukup berdoa di rumah saja,”ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (20/5/2020).

Rutinitas ziarah selalu ia lakukan bersama keluarga. Untuk berdoa dan melakukan pengharapan. Untuk mengenang kisah sengsara Yesus. “Tapi tahun ini memang belum bisa melakukan,”katanya.

Pantauan di Gereja Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci Randusari Katedral Semarang tadi malam tampak sepi. Tidak ada jemaat yang datang ke lokasi lantaran misa dilakukan dengan live streaming.

Romo Herman Yosep Singgih Sutoro mengatakan, perayaan Kenaikan Isa Almasih dilakukan live streaming karena masih pandemi Covid 19. Menurutnya,  peribadatan ini mengikuti anjuran pemerintah. “Peribadatan tidak dilakukan secara masal, tapi dilakukan di rumah masing-masing,”ujarnya sambil menambahkan misa dilaksanakan Rabu (20/5/2020) petang, dan Kamis (21/5/2020) pagi dan sore.

Mangontang Panjaitan, Majelis Jemaat GPIB Immanuel Gereja Blenduk Semarang mengatakan, hari ini masyarakat bisa mengikuti ibadah memperingati Kenaikan Isa Almasih melalui live streaming. “Dimulai pukul 17.00 yang terpusat di Gereja Immanuel Jakarta. Untuk seluruh jemaat di seluruh Indonesia,”terangnya.

Khotbah akan disampaikan Pdt Paulus Kariso Rumambi, Ketua Umum Majelis Sinode GPIB Pusat. Meskipun live streaming, ia berharap jemaat tak mengurangi rasa khusyuk untuk mendengarkan. “Semua tata cara, ibadah, dan ceramahnya dari pusat. Jemaat Gereja Blenduk wajib menyimak dan mengikuti,”paparnya.

Ia menyadari betul, kondisi saat ini masih pandemi Covid-19. Namun, ia selalu memberikan kekuatan kepada jemaat agar senantiasa terus memberi pengharapan. “Jemaat sekarang harus mulai terbiasa. Tidak perlu khawatir. Yang terpenting ibadah adalah waktu perjumpaan pribadi dengan Tuhan. Tuhan pasti mengetahui dan melihat usaha hamba-Nya,”katanya bijak. (avi/mha/aro/bas)





Tinggalkan Balasan