Ditolak Keluarga dan Tetangga, Pemudik Isolasi Diri di Rumdin

917

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sempat ditolak oleh keluarga dan warga, dua pemudik dari Jakarta ini akhirnya lari menuju ke ruang isolasi di rumah dinas (rumdin) Wali Kota Semarang, Jumat (24/4/2020). Mereka yaitu Budiarto, 40, waga Ngaliyan dan Agus Purwanto, 29, warga Pusponjolo.

Keduanya pemudik dari Jakarta terpaksa pulang karena adanya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Budiarto mengatakan, dirinya datang dari Jakarta pada Kamis (23/4/2020) langsung menuju ke Puskesmas Ngaliyan.“Dari Puskesmas saya disarankan untuk isolasi mandiri di rumah,” ujar Budiarto.

Namun, setelah sampai depan rumah, ia ditolak oleh warga setempat dan keluarganya sendiri. “Pulang ada penolakan dari warga dan keluarga, yaitu mertua saya,” katanya.

Pihak RT kemudian menyarankan dirinya untuk melakukan isolasi dan periksa di Rumdin Wali Kota Semarang di Manyaran. “Lantas saya ke sini (rumdin),” ujarnya.

Kondisinya di hari kedua isolasi masih batuk dan pilek.“Batuk pilek ini masih nunggu nanti rapid tes,” ujarnya.

Budiarto sehari-hari di Jakarta bekerja sebagai pekerja proyek. Meskipun ada kebijakan Presiden tentang larangan mudik, dirinya pun terpaksa mudik lantaran sudah tidak ada lagi yang bisa dilakukan di Jakarta.“Disana proyek sudah selesai, kalau tidak pulang mau makan apa,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Agus Purwanto. Ia datang ke tempat isolasi di rumdin Wali Kota Semarang berbarengan dengan Budiarto. Agus yang sehari-hari bekerja sebagai pekerja proyek juga terpaksa pulang karena sudah tidak ada yang ia kerjakan lagi di Jakarta saat ini. “Terpaksa pulang karena sudah tidak ada kerjaan, proyek juga sudah selesai. Sejak ada aturan larangan mudik, bus terakhir ya kemarin (23/4/2020) karenannya saya nekat pulang,” tuturnya.

Sebelum ke Rumdin, ia sudah memeriksanakan dirinya di Puskesmas Karangayu. Dari puskesmas dirinya disarankan untuk melakukan isolasi diri. “Kemudian saya diantar oleh tetangga saya ke rumdin untuk isolasi, keluarga saya juga sudah tahu semua kalau saya disini,” tuturnya. Ia juga sudah menjalankan rapid tes di Rumdin Wali Kota Semarang, hasilnya negatif.

Selain dua pemudik tersebut, sore harinya dua bus pemudik dari Indonesia Power Jakarta juga akan masuk ke ruang isolasi Rumdin.

Terpisah, Ketua Gugus Tugas Penanganan Korona Kota Semarang, Hevearita G Rahayu mengatakan jika kesadaran masyarakat untuk melakukan isolasi diri sangatlah diperlukan.“Karena itu akan memutus rantai penyebaran Korona,” ujar Ita – sapaan akrabnya.

Terkait dengan penanganan pemudik, ia meminta kepada semua yang masuk ke wilayah Kota Semarang tetap melakukan protokol kesehatan yang ketat.“Untuk semua yang masuk ke Semarang harus memasuki ruang isolasi terlebih dahulu, janan bandel ini demi kebaikan bersama,” katanya.

Sampai sekarang, lanjutnya, Pemkot Semarnag masih terus fokus dalam penanganan dan pencegahan persebaran Korona. “Kita bersama-sama melawan Korona ini, sehingga butuh kerjasama berbagai pihak,” tuturnya. (ewb/bas)





Tinggalkan Balasan