Pipa PDAM Berusia 34 Tahun Pecah, 10 Wilayah Terdampak

222
Proses perbaikan pipa pecah di depan SD Negeri 01 Plalangan, Gunungpati, pada Kamis (2/4/2020). (Nanang Rendi Ahmad/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pipa PDAM Tirta Moedal  Semarang pecah. Akibatnya, pelanggan terancam tak teraliri air selama dua hari.

Pipa beton berdiameter 600mm itu pecah pada Kamis (2/4/2020) sekitar pukul 05.30. Akibatnya, air sempat menggenangi jalan depan SD Negeri 1 Plalangan, Gunungpati. Mendapat laporan, petugas Tirta Moedal langsung turun melakukan perbaikan.

“Penyebabnya adalah listrik padam sebentar, lalu nyala. Hal itu membuat tekanan air sangat keras secara tiba-tiba. Pipa tak mampu menahan lalu pecah,” kata Mulyas, Pengawas Lapangan Tirta Moedal kepada Jawa Pos Radar Semarang di lokasi.

Ia menambahkan, pipa yang tertanam di depan SD Negeri 01 Plalangan itu sudah berusia 34 tahun. Menurutnya, kondisinya memang sudah rapuh.”Pipa ini ditanam pada 1986. Memang sudah tua. Pecahnya selebar kira-kira satu meter,” ujarnya.

Salah satu pekerja perbaikan Sameong menuturkan, proses perbaikan membutuhkan waktu kira-kira dua hari. Sebab mengharuskan menggali jalan.”Kami butuh proses penggalian hingga menutup kembali galian. Proses mengganti potongan pipa juga butuh waktu. Kalau tidak ada kendala, kira-kira dua hari selesai,” tuturnya.

Proses perbaikan membuat lalu lintas Gunungpati-Ungaran cukup tersendat. Sebab, galian nyaris memakan separuh jalan.”Panjang galian ini 15 meter. Luasnya 3 meter. Kami libatkan satu alat berat untuk mempercepat proses penggalian,” tambah Sameong.

Selama proses perbaikan pipa, PDAM Tirta Moedal akan mengupayakan mengirim air ke pelanggan yang terdampak dengan tangki. Yakni di wilayah Manyaran, Borobudur, Pamularsih, Wologito, Paramount, Simongan, Karangsawo Barat, Gedungbatu, Greenwood, dan Kalialang. (nra/bas)

 





Tinggalkan Balasan