Hujan Semalam, Tebing Longsor di Kalilangse dan Banjir di Bendan Duwur

250
Bendan Duwur Kota Semarang dilanda banjir meski cepat surut setelah hujannya mereda. (M Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang  – Hujan yang mengguyur Kota Semarang selama lima jam Kamis (2/4/2020) dinihari, tidak hanya menyebabkan banjir di beberapa tempat. Tapi juga longsornya tebing setinggi 10 meter yang menimpa rumah milik Suyihono warga Kalilangse RT 5 RW II Kelurahan Gajahmungkur, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, kemarin (2/4/2020). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, tetapi kerugian dalam kejadian tersebut mencapai puluhan juta rupiah.

Suyihono mengaku kejadian tersebut terjadi pukul 06.15 saat istrinya, Sri Wahyuningsih mandi. Begitu selesai mandi, tiba-tiba dikejutkan suara gemuruh sehingga langsung melarikan diri dan memberitahukan suami dan kedua anaknya serta meminta tolong warga.

Sebelum kejadian, sudah ada batu-batu kecil yang berjatuhan menimpa genteng, tetapi tidak dihiraukan. Pas hujan, tiba-tiba tebing di belakang rumah itu longsor dan menimpa rumah. “Sebelum kejadian sudah ada suara batu yang berjatuhan di atas genteng, tetapi tidak hiraukan,” imbuhnya.

Sampai saat ini tembok yang memisahkan antara rumah dengan tebing itu diganjal dengan bambu untuk menahan longsoran susulan. Tetapi tembok yang sebelah kiri sudah roboh akibat kena longsoran tanah dan batu.

Sekretaris Kelurahan Gajahmungkur, Ary Supriyanto mengatakan pihaknya langsung mendatangi lokasi dan memberikan bantuan kepada warga yang tertimpa musibah. “Selain lurah, datang pula Sekcam serta petugas Babinsa dan Babin Kantibmas mendatangi warga untuk memberikan bantuan,” katanya.

Sedangkan banjir melanda sejumlah wilayah dan jalan raya di Kota Semarang. Bahkan, di RT 01 RW 02 Kelurahan Bendan Duwur Kecamatan Gajahmungkur juga dilanda banjir. “Tahunya kalau banjir, saat bangun tidur. Keluar rumah pukul 06.00, air di selokan samping rumah sudah meluap,” ungkap salah satu warga setempat, Benita kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ketinggian air tergolong tinggi, hampir mencapai setengah meter. Menurutnya, tempat tinggalnya sering banjir ketika diguyur hujan deras. Banjir ini sudah yang kedua kalinya selama tahun 2020. “Ketinggian air sekitar 40 sentimeter. Ada yang masuk ke rumah (air), di beberapa rumah. Ini sudah dua kali. Alhamdulillah, jam 08.00 sudah surut,” katanya.

Tidak ada korban jiwa dan kerugian materiil dalam kejadian ini. Warga setempat memilih beraktifitas membersihkan sisa-sisa lumpur dari banjir tersebut. Selain itu, beberapa ruas jalan juga tergenang air dengan ketinggian bervariasi. Genangan air terjadi di ruas Jalan Semarang Indah, Semarang Barat. “Kalau informasi dari teman tadi pagi pukul 06.00 sudah banjir. Ketinggian air sampai knalpot sepeda motor,” kata pengendara motor, Octa.

Selain di lokasi tersebut, genangan air juga terjadi di ruas Jalan Raya depan Bulog, Tambak Aji, Kecamatan Tugu, yang dilajur arah Semarang menuju Kaliwungu Kendal. “Tadi banyak motor yang mogok. Kalau arah sebaliknya lancar. Situ sudah langganan kalau hujan deras, lumayan lama tergenang air,” kata Danang. (hid/mha/bas)





Tinggalkan Balasan