Kerahkan 7.300 Personel Gabungan, Semprot 1.200 Titik

Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, Pangdam IV/Diponegoro Mayjend TNI Mochamad Effendi, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Wawali Hevearita Gunaryanti Rahayu saat menyemprot kawasan Kota Lama dengan disinfektan. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG, Radar Semarang – Polda Jateng bersama pemerintah melakukan penyemprotan disinfektan secara serentak di 1.200 titik di Jateng, Selasa (31/3/2020) kemarin. Kegiatan ini, melibatkan 7.300 personil gabungan.

Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengatakan, penyemprotan disinfektan secara serentak ini dilakukan di seluruh Polres-Polres jajaran Polda Jateng.

“Ada 35 Polres di bawah Satgas Gugus Tugas Provinsi Jawa Tengah. Ini merupakan perintah dari Bapak Kapolri di seluruh wilayah Indonesia untuk melaksanakan penyemprotan secara serentak,” katanya saat apel pasukan dan persiapan penyemprotan di Balai Kota Semarang, Selasa (31/3/2020).

Pada kegiatan tersebut, pihaknya bekerja sama dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 didukung oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Sedangkan di Kota Semarang didukung oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Dandim serta unsur Forkopimda.

Rycko mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah sekadar melakukan pencegahan dengan cara melakukan penyemprotan yang mungkin terdapat virus-virus korona. Pihaknya menyebutkan, titik-titik yang diutamakan berdasarkan pemetaan yang sudah dibuat oleh Provinsi Jawa Tengah.

“Titik-titik yang sudah masuk zona merah. Titik titik yang paling banyak tersebar baik itu positif, PDP maupun ODP. Titik ini yang menjadi prioritas kita pada kegiatan pagi hari ini,” bebernya.

Salah satu titik penyemprotan adalah kawasan Kota Lama. Di lokasi ini, hadir Pangdam IV/Diponegoro Mayjend TNI Mochamad Effendi, termasuk Kapolda Jateng, dan Wali Kota Semarang.

“Saat ini kita berada di sekitaran Kota Lama Kota Semarang. Mudah-mudahan dengan dilakukan penyemprotan ini menjadi steril dan salah satu upaya pencegahan dan memutus rantai penyakit korona ini,” kata Mochamad Effendi. (mha/aro/bas)





Tinggalkan Balasan