Proyek Puskesmas Senilai Rp 3,7 Miliar Mangkrak

Bangunan Puskesmas Bugangan di Semarang Timur yang mangkrak karena pengerjaan yang tidak sesuai target. (Eko Wahyu Budiyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – DPRD Kota Semarang akan memanggil Dinas Kesehatan (Dinkes) terkait mangkraknya pembangunan Puskesmas Bugangan, Semarang Timur. Hingga kini, proyek yang dibiayai APBD Kota Semarang senilai Rp 3,7 miliar itu hanya mampu diselesaikan kurang dari 80 persen.

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang Anang Budi Utomo sangat menyayangkan mangkraknya sarana kesehatan tersebut. Sebab, fungsi puskesmas untuk saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat. “Dengan pembangunan yang tidak selesai, otomatis berpengaruh kepada pelayanan kepada masyarakat,” ujar Anang kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (30/3/2020).

Seperti diketahui, pembangunan Puskesmas Bugangan, Kecamatan Semarang Timur yang meleset dari target dan tidak selesai kini juga berujung ke masalah hukum. Bahkan beberapa pejabat dari dinas terkait, yaitu Dinas Kesehatan juga sudah dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian. Pembangunan Puskesmas Bugangan yang dilakukan Dinkes Kota Semarang senilai Rp 3,7 miliar. Dari anggaran tersebut dan waktu yang diberikan pihak pelaksana proyek hanya mampu menyelesaikan kurang dari 80 persen. Adapun pemenang dalam lelang proyek tersebut yaitu CV Mitra Muda Perkasa.

Politisi Partai Golkar tersebut mengatakan, jika saat ini jumlah puskesmas di Kota Semarang masih belum ideal. Dengan tidak selesainya pembangunan Puskesmas Bugangan tentu akan mengurangi kualitas pelayanan kesehatan kepada masarakat. Saat ini, Puskesmas Bugangan masih menempati bangunan lama. Di mana jika dilihat dari lokasinya sangat kurang relevan. Karena itu, kalangan dewan berharap Dinas Kesehatan Kota Semarang sungguh-sungguh dalam mengawal setiap pembangunan fisik di cakupan wilayahnya. Seperti halnya pembangunan Puskesmas Bugangan.

“Kita sudah pernah ada kejadian pembangunan Rumah Sakit Tipe D Mijen yang tidak selesai, yang sampai di akhir waktunya hanya mampu menyelesaikan kurang lebih 40 persen. Karena itu, jangan sampai terulang lagi,” tuturnya.

Ia berharap apa yang pernah terjadi dalam pembangunan Rumah Sakit Tipe D Mijen tersebut benar-benar menjadi perhatian Dinkes Kota Semarang. Sehingga benar-benar mengawal pembangunan fisik infrastruktur di cakupan wilayahnya, seperti halnya Puskesmas Bugangan.

“Kondisi di bangunan lama (Puskesmas Bugangan) memang sudah tidak representatif, dibangunnya puskesmas baru diharapkan semakin meningkatkan pelayanan,” katanya.

Apalagi, setelah dilakukan kroscek, ternyata pembangunan Puskesmas Bugangan hanya satu kali anggaran. Setidaknya dengan pola penganggaran tersebut harus benar-benar dioptimalkan supaya bisa selesai. Anang juga mengatakan jika jumlah ideal puskesmas di Kota Semarang sebanyak 60 puskesmas.

“Kondisi saat ini mengakibatkan pelayanan di masing-masing puskesmas seringkali kewalahan,” ujar Anang.

Sekretaris Dinkes Kota Semarang Lilik Farida menuturkan, jika di 2020 ini sudah dianggarkan kembali untuk pembangunan Puskesmas Bugangan. “Kita akan alokasikan anggaran lagi sebesar Rp 1,3 miliar guna menyelesaikan pembangunan (Puskesmas Bugangan) yang belum rampung,” tutur Lilik. (ewb/aro/bas)





Tinggalkan Balasan